Seorang Petani di Blora Tewas, Tersengat Listrik Jebakan Tikus



Petugas olah TKP di lokasi kejadian

BLORA, Beniat menyalakan jebakan tikus dengan setrum listrik, seorang petani di Dukuh Sudung, Desa Wado Rt. 9 Rw. 6, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, tewas tersengat aliran listrik

Ia ditemukan warga yang juga petani, dalam keadaan sudah tergeletak dengan lampu senter di kepalanya masih menyala, di dekat sawah milik Suparji (65),Minggu malam (29/12)

Kapolsek Kedungtuban Iptu Suharto mengatakan, korban bernama Lamidin (63) warga setempat, Sebelum kejadian, diketahui korban pamit sama keluarganya, untuk pergi  menyalakan listrik jebakan tikus disawahnya.

Namun nasib naas menimpanya, sebelum sampai disawah miliknya, korban tersandung kabel di tepi sawah milik Suparji yang juga terdapat jebakan tikus beraliran listrik.

Sekitar pukul 19.30 salah satu saksi bernama Sutrisno melihat korban sudah tergelatak dengan posisi telentang ditepi sawah, dan lampu senter dikepalanya masih menyala.

"Sutrisno melihat korban audah tergeletak telentang disawah dengan lampu senter dikepalanya masih menyala, setelah didekati korban sudah tak benyawa, kemudian saksi memanggil saksi 2 dan 3 ,dan melaporkanya ke perangkat Desa dilanjutkan ke Polsek Kedungtuban", Jelas Iptu Suharto. (Senin, 30/12/2019).

Dari hasil pemeriksaan luka yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Kedungtuban, korban meninggal dunia akibat terkena sengatan aliran listrik, dengan luka bakar di sela-sela jari tangan kanan dan sela sela jari tangan kiri, serra tidak ada tanda tanda kekerasan.

Selanjutnya Kapolsek KedungTuban Iptu Suharto, menghimbau kepada para petani, agar tidak menggunakan aliran listrik untuk membasmi hama tikus.

"Saya, menghimbau kepada petani, agar tidak menggunakan aliran listrik, untuk membasmi tikus. Gunakanlah cara lain yang tidak membahayakan bagi manusia", pungkasnya. (HR) 

DPRD Blora akan Panggil Bawaslu, Terkait Permasalahan Perekrutan Panwascam

Wawancara Wakil ketua DPRD Blora Siswanto di pendopo DPRD


BLORA, DPRD Kabupaten Blora akan kembali memanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan klarifikasi terkait perekrutan anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam).

Perekrutan anggota Panwascam di Kabupaten Blora menjadi polemik besar setelah terindikasi adanya ketidaktransparanan dari Bawaslu.

Ketidaktransparan di mulai dari pengumuman hasil seleksi administrasi,  test CAT yang tidak diumumkan, hingga test hasil wawancara.

Pada seleksi adminstrasi ada sejumlah peserta yang usianya tidak sesuai persyaratan diloloskan.

Hasil akhir seleksi wawancara banyak guru,  yang masuk dijajaran panwascam, yang dirasa juga tidak sesuai aturan.

Berdasarkan Undang- Undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu pasal 117 huruf m "bersedia bekerja penuh waktu yang dibuktikan dengan surat pernyataan"

Menurut kepala Dinas Pendidikan Blora Hendi Purnomo, jika guru ikut panwascam dengan persyaratan itu, takutnya mengganggu profesinya sebagai pengajar.

"Guru boleh punya pekerjaan lain, asal jangan menggangu kegiatan belajar mengajar, kalau penuh waktu kan takutnya menggangu ", ungkap Hendi.

Wakil Ketua DPRD Blora,  dari partai Golkar Siswanto, yang juga mantan aktivis di Blora mengatakan, pemanggilan tersebut terkait adanya surat permintaan audiensi dari koalisi masyarakat Blora, usut kasus seleksi Panwascam kepada DPRD Blora.

Dalam audiensi nantinya, DPRD akan memanggil sejumlah pihak seperti inspektorat, peserta seleksi dan Bawaslu sendiri.

"Besok senin kita panggil lagi secara resmi. Surat hari ini (Sabtu,28/12) sudah saya minta untuk dikirim oleh Sekwan. Semoga mereka (Bawaslu) bisa hadir, untuk memberi penjelasan," kata Siswanto saat ditemui di Pendopo Rumah dinas Bupati, Sabtu (28/12).

Menurut Siswanto, Klarifikasi dari Bawaslu perlu dilakukan agar permasalahan yang timbul di masyarakat menemukan kejelasan. Untuk itu, ia berharap agar Komisioner Bawaslu bisa hadir memenuhi undangan.

"Belum tentu apa yang dilakukan Bawaslu itu salah, dan apa yang disangkakan orang ke Bawaslu juga belum tentu benar. Makanya perlu dilakukan rembug bersama," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Blora Lulus Mariyonan mengaku belum menerima surat panggilan itu.

"Belum ada mas", jawabnya singkat.

Saat kembali ditanya atas kemungkinan hadir dalam audiensi itu, Lulus belum menjawabnya.
(HR)

Tutup Giling 2019, PT GMM Blora Beri Santunan Anak Yatim

Foto seremonial pemberian santunan anak yatim 

BLORA, Sebagai wujud rasa syukur tutup giling 2019 PT.GMM Bulog Blora, memberi santunan sejumlah anak yatim. Acara tersebut bertempat di Balai Desa Tinapan, Jumat (27/12), Desa Ring 1 Perusahaan.

Hadir dalam acara itu, Kepala Desa Tinapan, A. Istono, Direktur PT GMM Bulog, yang diwakilkan oleh Manager Quality Assurance, Slamet, perangkat Desa, BPD, Karang Taruna Desa Tinapan serta 62 anak yatim piatu bersama masing-masing pendamping.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kami atas telah selesainya musim giling tahun 2019 dan wujud peduli kami kepada lingkungan Ring 1 perusahaan yaitu desa Tinapan, dan kami berharap kegiatan ini dapat menjadi Program kami berkelanjutan” jelas Slamet.

Selanjutnya, Kepala Desa Tinapan A. Istono mengaperesiasi kegiatan yang dilakukan oleh PT GMM, dan berharap dengan adanya santunan ini dapat membantu dan memberikan manfaat kepada Anak yatim piatu di Desa Tinapan.

"Saya apresiasi kegitan ini, semoga bermanfaat bagi anak yatim di Desa kami", kata A .Istono.

Penyerahan santunan kepada anak yatim itu, berupa bantuan dana dan sarung untuk anak laki-laki dan jilbab untuk anak Perempuan.

Acara dilanjutkan dengan Tausiayah dan ditutup dengan doa oleh Masrur yang merupakan tokoh masyarakat Desa Tinapan. (HR) 

Puncak Peringatan Hari Ibu, di Kecamatan Cepu Meriah



Foto bersama camat Cepu usai acara 

BLORA, Puncak peringatan hari ibu di Kecamatan cepu, Kabupaten Blora, jumat pagi (27/12) tampak meriah, Acara yang digelar di Pendopo Kecamatan Cepu itu di pimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Cepu, Indah Luluk Kusuma.

Dalam sambutanya, Ia meminta agar sebagai ibu harus mengajarkan anaknya, hal -hal yang baik, jangan biarkan bermain Handphone (HP) berlebihan.

"Jangan biarkan anak kita bermain HP yang berlebihan,  sebagai ibu harus memperhatikan anak anak kita", kata  Indah Luluk Kusuma

Sebagai ketua TP PKK ia juga mengingatkan akan tugas dan kewajiban seorang pendaping bagi suami dan menjadi istri yang sholehah, tau batasan batasan sebagai seorang istri dan juga sebagai mitra strategis untuk pembangunan nasional.

Suasana semakin meriah, saat anak anak kelas IV SD dari sanggar tari Yuliandi Jl. Cepu-Surabaya No. 46c, membawakan sebuah tarian mayong.

Tampak para penonton terpukau menyaksikan tarian itu, para pejabat forkompincampun bertepuk tangan usai pertunjukan.

"Hebat, bagus banget tampilan anak anak ini", kata Luluk Kusuma Agung Ariadi camat Cepu.

Selain tarian anak anak, ada juga line dance dari ibu ibu PKK Kecamatan Cepu, tampilan dari remaja PIK R Kelurahan Karangboyo, serta Grup musik AJS dari Cepu. (HR)







Sesosok Mayat ditemukan Warga di Tegalan, Inilah Kronologinya.

Aparat olah TKP di lokasi kejadian

BLORA, Sesosok mayat ditemukan warga, dalam keadaan telentang di tegalan Dukuh Pengkok, Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Diketahui korban tersebut bernama Rasit (58), seorang  petani alamat Dk. Pengkok Rt. 01 Rw. 04 Ds. Nglebur, Kecamatan Jiken.

Kapolsek Jiken Iptu Eko Septi mengatakan, korban  sebelum kejadian, sekitar pukul 06.00 WIB, diketahui pergi ke ladang untuk mencari rumput.

Sekitar pukul 8 pagi, salah satu saksi bernama Samsuri melihat korban sudah tergeletak dengan posisi terlentang di atas tanah.

"Samsuri melihat korban sudah tergeletak terlentang di tanah tegalan. Setelah didekati korban sudah tidak bernapas. Kemudian saksi melaporkan ke Kepala Desa dan melanjutkan ke aparat kepolisian", kata Iptu Eko, Jumat (28/12).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jiken, Aiptu Sugito menyebutkan, hasil pemeriksaan petugas Puskesmas tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit jantung.

"Dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban  tidak diketemukan  tanda tanda  kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat jantung dan memang selama ini korban punya riwayat penyakit jantung", terang Aiptu Sugito.

Setelah menjalani pemeriksaan tim medis, selanjutnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk diikebumikan.
(HR) 

Puluhan Pemuda Difabel di Blora, Belajar Membatik



Sejumlah pemuda difabel sesang belajar membatik

BLORA,  Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Blora, Jawa Tengah,  diberi pelatihan membatik.

Pelatihan itu digelar di rumah batik Difabel Blora Mustika (DBM) Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jumat (28/12).

Uniknya, yang memberikan pelatihan membatik adalah sesama penyandang disabilitas.

Sebanyak 35 pemuda penyandang disabilitas diberikan pelatihan proses membatik mulai dari pencantingan, pengecapan hingga pewarnaan.

Ketua DBM Abdul Ghofur mengatakan, pelatihan membatik ini merupakan kerja sama penyandang disabilitas Kabupaten Blora dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).


"Ada 35 peserta, yang ikut pelatihan. Kebanyakan adalah pemuda disabilitas, karena sasaran kita untuk melatih pemuda disabilitas di Blora, agar kreatif dan kedepannya memiliki akses untuk pekerjaan", kata Abdul Ghofur.

Menurut Ghofur, dalam kegiatan ini, peserta diberikan pelatihan tiga jenis proses membatik. Mulai batik cap, tulis hingga batik ciprat.

"Motifnya kita sesuaikan dengan motif batik temen-temen difabel selama ini. Lebih mudah dan tidak terlalu rumit. Biar mereka juga tidak kesulitan", ungkapnya.

Kegiatan pelatihan membatik disambut antusias oleh seluruh peserta. Nampak seluruh peserta dengan penuh keseriusan dan seksama.

Eko Sugiarto salah satu guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah Cepu menyambut baik kegiatan ini. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan para difabel lebih percaya diri dan menghasilkan karya.

Eko mengaku, ajak 3 anak didiknya kesini. Karena kegiatannya bagus. Walau di sekolah juga sudah diajarkan cara membatik, cuma memang masih agak kesulitan.

"Kami cukup senang dengan acara ini. Bisa meningkatkan skill para disabilitas yang ada. Ya semoga bisa dilakukan berkelanjutan", pungkasnya.
(HR)

IKSPI Blora Gondol 5 Medali di UMKU Campionship 2019

Official dan 5 Atlit pencak silat IKSP Blora Foto bersama usai pertandingan

BLORA, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS.PI) "Kera Sakti" cabang Blora gondol 5 medali dalam kejuaraan pencak silat Universitas Muhammadiah Kudus (UMKU) Champipnship 2019 di Auditorium UMKU Jl. Ganesha 1, Purwosari, Kecamatan Kota Kudus, 23-26 Desember 2019,

UMKU Championship 2019 diikuti 631 peserta, terdiri dari 3 kategori, yakni SD 216 peserta, putra 138, putri 78. Untuk SMP dengan peserta 197, putra 127 dan putri 70 orang. Sedangkan untuk SMA terdapat 218 peserta, dengan rincian 135 orang putra, untuk peserta putri 83 orang.

Di kategori SMP Putra IKSPI Blora meraih 4 medali, 1 emas, 2 perak 1 perunggu. Emas diraih Annas Pascal Handoko, 2 perak masing-masing Arya Putra Yugaswara dan Ilham habib Maulana serta 1 perunggu oleh Revanda Adi Pratama.

Pascal sapaan akrab peraih medali emas, tidak menyangka dirinya bisa meraih medali emas, karena sebelumnya ia merasa badanya agak panas.

"Badanku mriang mas, gak nyangka sampai bisa juara",
kata Pascal sambil menunjukan medalinya.

Sedangkan di kategori SMA putra hanya satu atlit meraih 1 perak atas nama Himawan Candra Kusuma

Sementara Hafidh Akbar Dinhar official IKSPI Kabupaten Blora menyampaikan dirinya bersyukur atas kemenangan ini, ia berharap kedepanya bisa lebih baik lagi.

"Saya hanya menbawa 5 Atlit pencak silat, alhamdulillah dapat medali semua",ucap Hafidh bangga.(HR)






Sejumlah Pasien Mengeluhkan Pelayanan di RSU dr. R. Soeprapto Cepu

Pasien Bludak diloket Rawat jalan

BLORA, Antrian panjang sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. R Soeprapto Cepu-Blora, Senin pagi (23/12) membuat sejumlah pasien mengeluh,

Pasalnya, rombongan pencari kerja Satpam untuk scurity ExxonMobil Gayam Bojonegoro, yang mencari surat keterangan sehat dari RSU dr. R Soeprapto Cepu, juga ikut antri  di loket yang sama.

Ketika di tanya oleh salah seorang pasien, Mamik Selamet yang sedang mengantar anakya, kenapa tidak padangan pak? mereka menjawab sudah biasa di RSU Cepu.

"Saya tanya, katanya sudah biasa cek kesehatan di RSU Cepu, padahal kan untuk kebutuhan di Bojonegoro " ,keluh Selamet.

Antrian panjang tersebut juga dikeluhkan seorang ibu hamil, bernama Ayu Amelia warga Jl. Diponegoro Cepu, yang sejak pagi antri mau cek kehamilanya.

"sejak jam 08.00 mas saya antri, kan cuma satu loket, harusnya ada loket khusus untuk melayani pencari kerja satpam, biar tidak menggagu pasien umum lainya", ungkap Ayu sapaan akrab ibu hamil itu.

Sementara di tempat lain, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Blora, Lilik Hernanto saat di konfirmasi melalaui pesan singkat WA mengatakan, pihaknya akan memberitahukan hal tersebut kepada pengelola RSU dr. R Soeprapto Cepu.

"Terima kasih mas, terkait hal tersebut akan kami sampaikan ke pengelola RSU dr. Soeprato Cepu",katanya.

Pihak RSU Cepu sendiri saat di konfirmasi oleh Plt Diknas Blora, Lilik Hernanto mengatakan, setelah di cek memang ada penumpukan pasien di loket kasir rawat jalan.

Ini di karenakan Sistem Informasi Manajemen Rumah sakit (SIMRS) dr. Soeprapto RSU Cepu erorr, sehingga dilayani secara manual.

Pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut dan akan menambah tenaga untuk melayani pasien selama SIMRS erorr. (HR)


Pengurus Wilayah INI Jateng, Lantik Pengda INI Blora Periode 2019-2022

Ft. Pengurus INI periode 2019-2022

BLORA, Pengurus wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Jawa Tengah, melantik Pengurus Daerah (Pengda) INI Blora periode 2019-2020 di Hotel new merdeka Pati Kamis pagi (19/12).

Tema yang diambil dalam pelantikan kali ini adalah "Dinamika Tugas Jabatan Notaris Dalam Menghadapi Era 4.0 Dan Perlindungan Hukum Profesi".

Ketua Pengwil INI Jawa Tengah, Dr.Widhi Handoko, SH., MKn mengatakan, bersamaan dg banyaknya fenomena jasa notaris freelance yg merugikan nama baik Notaris dan PPAT Kabupaten Blora, perlu adanya sosialisasi Notaris ke desa, agar masyarakat tahu tugas pokok dari Notaris.

"Kita perlu mengadakan sosialisasi ke warga, kalau perlu, sampai ke pelosok desa tentang keberadaan Notaris", ungkap Dr.Widhi Handoko, SH., MKn (Kamis, 19/12/2019)

Ia berharap kepada ketua INI cabang Blora, yang baru periode 2019-2022 ini, segera bergerak menyampaikan kepada masyarakat luas agar mereka tahu keberadaan Notaris di Blora, lanjutnya.

Ketua INI Blora periode 2019-2022, yang baru dilantik, Erly Maida, SH. MKn, menyampaikan programnya, langkah awal yang akan diambil, ia akan bekerjasama dengan Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT).

"Saya akan bekerjasama dengan IPPAT di Blora, untuk mengadakan Program Notaris masuk Desa", kata Erly Maida, SH.MKn.

Ia mengakui banyaknya fenomena jasa notaris freelance, memang sangat merugikan nama baik Notaris dan PPAT  di Kabupaten Blora, lanjutnya.

Acara Pelantikan INI periode 2019-2022 di hotel Pati ini  bersamaan dengan acara seminar notaris yg diselenggarakan Pengda INI Kabupaten Pati.

Dalam kesempatan ini pula, Pengwil Jawa Tengah juga melantik pengurus baru Pengda INI  Kabupaten Jepara, Pengda INI Kabupaten Pati, Pengda INI Kabupaten Kudus, Pengda INI Kabupaten Rembang, Pengda INI Kabupaten Grobogan dan Pengda INI Kabupaten Batang.(HR)

Berikut susunan Pengurus Daerah Ikatan Notaris Kabupaten Blora periode 2019-2022 :
Ketua              : Erly Maida, SH., MKn
Wakil Ketua     : Niken Sukmawati, SH., MKn
Sekertaris       : Yani Dwi Rahayu, SH., MKn
Bendara 1 & 2  : Widyaningrum Retno, SH., MKn & Rizky Meilita F, SH., MKn



,

Poltekkes Kemenkes Semarang Prodi Keperawatan Blora, Menggelar Sertijab KADEM dan GUBIM



Upacara sertijab KADEM dan GUBIM Poltekkes Kemenkes Semaranag Prodi Keperawatan Blora

BLORA, Dewan Mahasiswa (DEMA)  Poltekkes Kemenkes Semarang prodi keperawatan Blora, mengadakan upacara serah terima jabatan (Sertijab) Ketua Dewan Mahasiswa (KADEM) dan Gubernur Himpunan Mahasiswa (GUBIM) periode 2018-2019 kepada KADEM dan GUBIM periode 2020-2021

Sertijab dilaksanakan di ruang auditorium , Poltekkes Kemenkes Semarang prodi Keperawatan Blora Selasa pagi (17/12), dengan mengangkat tema "Gerakan Perubahan Melalui Aksi dan Aspirasi Bersama Organisasi".

Dengan digelarnya sertijab itu, berakhir  pula masa kepengurusan Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) periode 2018-2019, oleh Sherina utama putri dan risma dwi rahayu.

Dan digantikan dengan pengurus yang baru ,periode 2020-2021 Devita ayu Safitri dan Nurdiya Yuliawati.

Tanda tangan berita acara Sertijab GUBIM dan KADEM 

Usai di lantik sebagai GEMA periode 2020-2021, Nurdiya Yuliawati myampaikan visi  dan misinya. Ia ingin kedepanya Himpunan Mahasiswa menjadi organisasi yang aktif melalui kegiatan yang posistif dan inovatif.

"Sebagai generasi milenial kampus 4, kita harus aktif, melaksanakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  sebagai kegiatan yang sesungguhnya", ungkap Nurdiya Yuliawati (Rabu, 18/12/2019)

Ia menambahkan, dirinya akan mengaktifkan dan memajukan kegiatan intern dan ekstern  untuk organisasi Himpunan Mahasiswa agar lebih maju kedepannya.

Sementara itu, ketua DEMA yang baru, Devita ayu Safitri mengatakan dirinya akan menjalin kerjasama antar organisator maupun UKM yang ada di kampus 4.

"Inovasi saya, akan membuat primer seperti makrab, dengan tujuan agar organisator dan UKM yang berada di kampus 4 menjadi lebih solid", kata Devita sapaan akrabnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut , kepala prodi Keperawatan Joni Siswanto, sekretaris Prodi, para Dosen dan seluruh mahasiswa D III Keperawatan.

Kepala Prodi keperawatan Joni Siswanto berpesan kepada GUBIM  dan KADEM yang baru dilantik, dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi Almamater Poltekkes Kemenkes Semarang.

"Saya berpesan kepada GUBIM dan KADEM yang baru, dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, dan jaga nama baik almamater", kata Joni Siswanto. (HR)

Perhutani KPH Blora Salurkan 200 kg Gula ke Warga Miskin

Foto bersama Purwadi bersama kepala OPD dan forkompincam usai pembagian sembako secara simbaolis

BLORA, Bhakti sosial dalam rangka hari jadi kota Blora ke-270 digelar di Balai Desa Ngeblak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Senin (16/12/2019).

Desa Ngebak adalah salah satu Desa miskin di Kabupaten Blora, dengan jumlah penduduk sebanyak 3335 yang tercatat menjadi penduduk miskin 2211.

Sebanyak 215 paket sembako dibagikan oleh Pemkab Blora melalui Dinas Sosial P3A. Dalam kesempatan itu Perhutani KPH Blora menyalurkan gula sebanyak 200 kg, untuk warga miskin dalam bentuk paket sembako.

"Kami salurkan 200 kg gula, dari dana program kemitraan bina lingkungan (PKBL), untuk warga miskin di Desa Nglebak, bersamaan dengan bhakti sosial ini", ungkap Adm. Perhutani KPH Blora Ir. Afwandy melalui Kasi kelola SDH Laode Sahara disela acara. (Senin, 16/12/2019)

Ia juga menjelaskan selain di Desa Nglebak, bhakti sosial akan dilakukan Perhutani KPH Blora di Desa Wonosemi, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

"Besuk kami juga akan mengadakan acara yang sama, di Desa Wonosemi, Kecamatan Banjarejo", lanjutnya

Acara bakti sosial oleh Pemkab Blora dalam rangka hari jadi kota Blora ke- 270 itu di buka oleh Bupati Blora, yang di wakili Asisten 1 Purwadi Setiono. 

"Semoga acara bhakti sosial ini bisa bermanfaat, saya apresiasi kepada Dinas yang telah mendukung acara ini", jelasnya

Selain bagi sembako dalam acara bhakti sosial juga ada kegiatan dari sejumlah Dinas yang mendukung acara itu, diantaranya Dinas Pendudukan dan catatan Sipil (Dindukcapil) yang menggelar pelayanan kependudukan.

Dinas Pengendalian Penduduk KB dengan pelayanan ayudi ,PMI pelayanan kesehatan gartis, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melayani perijinan Siup TDP, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menggelar perpustakaan keliling,

Laode Sahara kasi kelola SDH sedang menanam buah bersama kepala Desa Nglebak 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mensosialisakan cara penanggulangan bencana, serta Dinas Peternakan dan perikanan dengan memeriksa kebuntingan sapi,

Usai membuka acara bhakti sosial di lanjutkan dengan menanam buah - buahan  bersama di tanah yang disediakan Pemerintah Desa Nglebak (HR)


Bupati Blora Cicipi Sate Kelinci Bikinan Siswa SMAN 2 Blora

Bupati Blora Djoko Nugroho sedang mencicipi sate kelinci di Stand SMAN 2 Blora

BLORA, Bupati Blora Djoko Nugroho mencicipi sate kelinci buatan siswa SMA Negeri 2 Blora, dalam pembukaan Blora Expo 2019, di depan kantor Bupati Blora, Jl. Pemuda no. 12 Jumat (13/12) lalu.

"Enak, enak, ternyata sate kelinci rasanya tidak kalah dengan sate lainya", ungkap Kokok sapaan akrab Bupati Blora saat mencoba sate kelinci di Stand SMAN 2 Blora. (Minggu, 15/12/2019)

Sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, SMAN 2 Blora, menampilkan keunggulan bidang peternakan  Kelici dan sate kelincinya.

Humas SMAN 2 Blora Sri Haryati sangat bangga, Bupati Blora sudi mampir dahar sate kelinci sebagai produk unggulanya.

"Senang, pak Kokok ternyata suka sate buatan siswa saya", kata Sri Haryati.

Selain ternak kelinci dan satenya SMAN 2 Blora juga menampilkan produk krenova lainnya, seperti kopi mengkudu (Komeng), obat nyamuk bakar (Omukar) berbahan bunga kluweh, masker kecantikan berbahan buah sosis (makesis).

Aquaponik multifarm yg menghasilkan sayur

Pupuk organik cair berbahan empon, bonggol pisang, sisa sayuran dapur rumah tangga, dan Aquaponik multifarm yg menghasilkan sayur dan ikan selain itu menambah kesejukan suatu ruangan serta reycle sampah plastik.

Menurut Sri Haryati, semua itu dipelajari siswanya dalam mata pelajaran intrakurikuler yaitu Pendidikan Ketrampilan Kewirausahaan (PKWU) yang diintegrasikan dengan Budidaya dan  Pengolahan.

"Selain pendidikan formal, di sekolah kami juga di berikan pelajaran intrakulikuler yaitu PKPU ",jelasnya.

Ia berharap, dalam menghadapi krisis petani di 15 tahun mendatang SMAN 2 Blora, mempersiapkan para petani muda dengan cara bertani modern, salah satunya memanfaatkan lahan2 sempit sehingga menerapkan pertanian yg mempunyai daya jual tinggi.

Perlu di ketahui Blora Expo 2019, yang dilaksanakan selama 3 hari (13-15/12/2019), di sepanjang jalan Pemuda oleh Pemerintah Kabupaten Blora ini dalam rangka hari jadi kota Blora ke -270.

Blora Expo 2019 itu sendiri diikuti sejumlah OPD, sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Blora serta 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Blora, (HR)



15 Atlit Aeromodelling Kabupaten Blora Ikuti Kejurprov 2019 di Pekalongan

Para atlit latihan sebelum bertanding

Blora, Sebanyak 15 Atlit Aeromodelling Kabupaten Blora, Jawa Tengah ikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2019 di Lapangan Desa Watusalam, Kecamatan Buaran,  Kabupaten Pekalongan.

Ke 15 Atlit itu mengikuti dua kelas perlombaan, Kelas pesawat OHLG Chuk Glider dan OHLG AMA, masing masing terbagi kelompok umur (KU)

Untuk Pesawat OHLG Chuck Glider menurunkan Atlit KU 12 satu atlit (pi) Erima Nailul Lathifah, KU 15 pa ada 4 Atlit, Hafizd Herma Putra, M.Adonis Rosyid Sambogo, Aron Seto Buwono, Raka Gusti Mahendra, KU 15 pi 3 Atlit, Dyan Novita Artika, Adellia Lintang.K.H, Najwa Alifia.

KU 18 pa ada 3 Atlit, Unggul Ismoyo, Dandy Dwi Prasetyo, Sudarmanto ,KU 18 pi 2 Atlit, Hasna nurul Izzati, Wiji Sofiyanti, sedangkan untuk OHLG Chuck Glider Umum ada 2 Atlit pa Ryan Adhitiya Purnomo, Agustinus Waskito Nugroho.

Untuk OHLG AMA hanya menurunkan Atlit KU 18 pa/pi dan Umum pa. KU 18 pa ada 3 Atlit, Unggul Ismoyo, Dandy Dwi Prasetyo, Sudarmanto, KU 18 pi 2 Atlit Hasna Nurul Izzati, Wiji Sofiyanti.

Sedangkan Kelompok Umum ada 2 Atlit Ryan Adhitiya Purnomo, Agustinus Waskito Nugroho.

Foto bersama sebelum berlatih

Ketua Umum POR DIRGA Aeromodelling Blora Agustinus Waskito Nugroho, mengaku ini merupakan event pertama kali mengikuti kejuaraan tingkat Provinsi.

"Ya, ini adalah kejurprov yang pertama diikuti atlit Blora, semoga menambah pengalaman bagi mereka", ucap Agustinus (Jumat, 13/12/2019)

Dalam event ini ia berharap atlitnya, ada yang membawa pulang medali, dan untuk melatih mental mereka,lanjutnya.

Salah satu atlit KU 15 pa M. Adonis Rosyid Sambogo mengatakan dirinya siap bertanding walaupun baru pertama kali ikut Kejurprov.

"Saya siap karena sudah sering latihan, semoga dapat medali", kata Sambo panggilan akrabnya

Sambo salah salah satu Atlit yang mendapat medali emas saat PORKAB 2019 di Blora.

Kejurprov 2019 ini diikuti oleh 15 Kabupaten /Kota se-Jawa Tengah, diselenggarakan oleh POR DIRGA Aeromodelling Jawa Tengah selama 2 hari 14-15 Desember. (hr-red)





Difabel Ingin ada Bengkel Kaki Tangan Palsu di Blora

DBM gelar pertemuan komunitas difabel 

Blora, Banyaknya penyandang disabilitas di Blora, membuat Komunitas Difabel Blora Mustika (DBM) ingin ada bengkel kaki tangan palsu berdiri di Kabupaten Blora, 

Menurut Abdul Ghofur, ketua DBM Blora, jumlah difabel di Kabupaten Blora cukup banyak. Hasil pendataan yang ia lakukan jumlahnya mencapai sekitar 800 orang. 

"Keberadaan bengkel kaki tangan palsu sangat kami butuhkan, untuk meringankan beban teman-teman yang akan melakukan service alat bantunya itu", kata Ghofur saat menggelar pertemuan forum komunkaasi peduli  penyandang disabilitas di Desa Ngampel, Jumat (13/12).

Menurutnya, selama ini untuk melakukan servise alat bantunya, penyandang disabilitas di Blora harus ke luar kota seperti, Solo, Jogja dan Jakarta. Hal ini dirasa sangat memberatkan mereka yang kebanyakan tidak memiliki pekerjaan tetap. 

"Ongkos servisenya murah, namun tranfortasinya yang mahal. Bayangkan saja, kalau kita harus ke Jogja, minimal harus mengeluarkan Rp 800 juta", ungkap Ghofur. 

Ghofur berharap, Desa Ngampel bisa menjadi sebuah desa inklusi percontohan. Ia meminta agar warga segera mendata penyandang disabilitas untuk dibuat sebuah kelompok. 

"Kami berharap Desa Ngampel ini, jadi salah satu  pusat pembuatan kaki tangan palsu. Jadi harus segera dibentuk kelompok disabilitas", pintanya. 

Kepala Desa Ngampel Muhammad Astiadi Maryanto, sangat mendukung apa yang di lakukan DBM Blora, ia juga berharap bengkel kaki tangan palsu dibangun di Desanya. 

"Prinsipnya kami dukung penuh kegiatan difabel ini di Desa Kami. Apalagi kalau sampai akan dibangun bengkel kaki tangan palsu. Kami akan mendukung", ucapnya. 
(HR)

Anak Usia Dini di Blora, Belajar Menanam Bersama Perhutani

Anak anak TK Tumbas Rimba belajar menanam 

BLORA, Sejumlah anak usia dini sekolah TK Tunas Rimba 1 Blora, belajar menanam pohon bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, Jawa Tengah.

Pembelajaran dilaksanakan jumat pagi (6/12) di petak  111a1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedung Kenongo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisari KPH Blora.

Sebanyak 700 bibit disiapkan untuk  acara penanaman  dengan jenis antara lain  Jati (Tectona grandis) dan Gamal (Gliricidia sepium).

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Perhutani KPH Blora dan siswa TK Tunas Rimba 1 Blora, sebagai  upaya penanaman karakter cinta lingkungan  sejak dini.

Administratur Perhutani KPH Blora, Afwandy melalui Wakil Administratur KPH Blora M.Agus Nawin.R, mengatakan pihaknya sangat mengapreaiasi kegiatan tersebut.

”Kegiatan ini sangat bagus, saya sangat mengapresiasi kegiatan penanaman  pohon ini", ucap Nawin

Foto bersama usai belajar menanam

Kegiatan semacam ini harus terus digalakkan dengan mengajak masyarakat, dan para pelajar dari usia dini sampai mahasiswa, agar mereka lebih mencintai hutan  dan lingkungan supaya kelestariannya tetap terjaga,lanjunya.

Kepala TK Tunas Rimba 1, Suratman  mengatakan, pihaknya  sangat berterimakasih kepada Perhutani dan menyampaikan penghargaan yang tinggi dengan acara semacam ini.

Menurutnya  hutan sangat bermanfaat sebagai penyangga kehidupan makluk hidup terutama manusia, oleh karena itu sangat penting mengenalkan dan mengajak menanam siswa didiknya sejak usia dini.

“ Terima kasih kami sampaikan kepada Perum Perhutani KPH Blora yang telah memfasilitasi kegiatan ini, semoga dengan adanya kegiatan ini, tertanam jiwa cinta menanam mulai usia dini”. Kata Ratman.(HR)

Dalang Pelaku Curkaja di Blora adalah Mantan Pegawai Perhutani

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang bertanya kepada Budiyono alias Petruk, dalang pencurian kayu


BLORA,  Tim Resmob Sat Reskrim Polres Blora, Polda Jateng bersama Polhut KPH Cepu telah berhasil mengamankan lima tersangka pelaku tindak pidana illegal logging atau pencurian kayu Jati.

Diketahui dalang dari pencurian tersebut adalah mantan pegawai Perhutani KPH Cepu, BKPH Cabak bernama Budiyono alias Petuk warga Desa Jiken, Kecamatan Jiken,Kabupaten Blora.

Keempat pelaku lainya yang ditahan bernama Legiyono warga Desa Sumber, Kec. Sumber, Rembang, Heri warga Desa Singonegoro, Kec. Jiken, Blora, Sento warga Desa Kedungprau Kec. Jiken, Blora dan Oktavian Bagus Santoso warga Desa Cabak, Kec. Jiken, Blora.

Komplotan tersebut melakukan aksinya di lokasi hutan petak 7091 RPH Cabak, BKPH Cabak, KPH Cepu turut Desa. Cabak, Kecamatan Jiken, Blora, pada Jumat (08/11) pukul 19.00 WIB.

"Ya, saya dulu mantan pegawai perhutani tahun 2015,di pecat karena nyuri kayu, saya yang dapat order terus mereka tak suruh nyuri kayu", kata Petruk panggilan sehari harinya

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, S.I.K, M.H mengatakan terbongkarnya kasus ini berawal dari adanya informasi aktivitas bongkar muat kayu jati yang diduga tidak dilengkapi dokumen resmi.

“Ketika petugas gabungan melakukan patroli hutan mendapati ada sebuah Truk yang berada ditengah hutan dan tidak ada pemiliknya. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ditemukan potongan glondongan kayu jati didalamnya.” Ujarnya.

Selanjutnya, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk melakukan penangkapan para pelaku. Tak perlu waktu lama akhirnya lima dari sembilan komplotan Pelaku illegal loging tersebut berhasil diamankan Tim Resmob ditempat yang berbeda.

“Lima tersangka berhasil kita amankan berikut barang bukti satu buak truk dan 10 batang kayu jati glondongan dengan diameter 40 cm persegi. Sedangkan empat pelaku yang lain masih dalam DPO,” tegas AKBP Anang.

Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo menambahkan klompotan pelaku illegal loging ini memiliki peran dan tugas masing-masing.

“Mereka telah membagi tugas, ada yang sebagai mata-mata, ada yang bertugas menebang dan ada yang mengangkut hasil kayu kejahatan kayu jati,” katanya.

Atas perbuatannya para pelaku tersebut diancam dengan pasal 12 huruf (C) jo pasal 82 ayat 1 huruf (C) UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP. “Ancaman hukumanya yakni lima tahun penjara,” jelas Kasat Reskrim.

Diketahui ternyata ada salah satu tersangka yang bernama Budiyono alias Petruk yang merupakan mantan anggota perhutani atau Polisi Hutan sebagai penggerak.

Sedangkan kepala ADM Cepu Dhadut Sujanto mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Blora yang telah membantu Perhutani dalam menindak pelaku illegal loging.

“saya ucapkan terimaksih kepada Kapolres Blora beserta jajarannya yang telah membantu Perhutani dalam menjaga dan menindak pelaku Ilegal loging maupun kerusakan hutan,” ungkapnya.(HR) 

Perhutani KPH Blora Kuncurkan Dana Ratusan Juta Rupiah ke Mitra Binaan

Penandatanganan kerjasama Perhutani dengan mitra binaan 

BLORA, Perhutani KPH Blora ,Jawa Tengah kucurkan dana Ratusan juta rupiah ke pada sejumlah mitra binaaan di 4 BKPH di wilayah Perhutani KPH Blora.

Penyerahan pinjaman modal ke mitra perhutani ini dilakukan oleh Admintratur KPH Blora Ir. Afwandy di aula Perhutani KPH Blora Senin pagi (2/12).

Pinjaman modal kemitraan Perhutani ini merupakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) kepada masyarakat sekitar hutan.

Salah satu warga binaan sekitar hutan dari Desa Sumberejo ,Kecamatan Japah Mashadi (56), mengaku senang dapat bantuan pinjaman modal, karena bunganya hanya sedikit,

"Seneng, kelompok kami sering dapat bantuan dari Perhutani, saya selaku ketua Lembaga Masyarkat Desa Hutan (LMDH) sangat berterimaksih sekali atas bantuanya selama ini", kata Mashadi (Senin, 2/12/2019)

Adm. Pergutani KPH Blora, Ir. Afwandi menyampaikan program kemitraan PKBL ini sudha berjalan lama, dan tahun ini pihaknya mengucurkan dana pinjaman kepada masyarakat sekitar hutan sebanyak 230 Juta rupiah kepada 11 warga di 4 BKPH di wilayah Perhutanai KPH Blora.

"Program ini sudah berjalan sejak lama, tahun ini kami mengucurkan dana kepada msayarakat lingkungan hutan sebesar 230 juta rupiah, sebagai wujud kepedulian kami ".ungkap Afwandy

Ia juga menjelaskan perhutani bukan hanya mengambil keuntungan belaka namun, juga berbagi bersama melalui program PKBL kepada masyarakat lingkungan hutan.

Ia berharap kemitraan ini bisa terjaga dengan baik, karena perhutani tidak bisa menjaga hutan sendiri, butuh bantuan kemitraan untuk menjaga dan melestarikan hutan.

Sebelas warga yang menerima bantuan pinjaman modal tersebut adalah Lilis Mukharomawati Desa Japah, Kecamatan Japah, Ajeng SW Desa Seren Kecamatan Banjarejo, Akhsayna Ramadhan Jl Gunung Wilis Blora, Kecamatan Blora, Sabrina Widya desa Kamolan, Kecamatan Blora, Wahyu Candra Dukuh Ketileng, Desa Sendangwungu Kecamatan Todanan, Kartini Desa Soronini Kecamatan Todanan,

Suharyadi dukuh Sereng Desa Sendangwungu, Kecamatan Todanan ,Pujiati Desa Japah Kecamatan Japah, Dami Desa Japah, Kecamatan Japah, Mashadi Desa Sumberejo, Kecamatan Japah, dan Sukono Desa Sumberejo, Kecamatan Japah.(HR)

Sejumlah Anggota Polres Blora, mendapat Penghargaan dari Kapolres

Kapolres AKBP Antonius Anang saat memberikan penghargaan ke sejumlah anggota Polres Blora


BLORA, Sejumlah anggota Polres Blora, Jawa Tengah Senin pagi (2/12) mendapat penghargaan dari Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, S.I.K.,M.H. Penyerahan penghargaan di laksanakan di Halaman depan Polres Blora,saat apel pagi.

Sebanyak delapan anggota polres Blora yang berprestasi terdiri dari Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Blora Kompol Drs.M.Samdani,MH, Pejabat Utama, Kapolsek Jajaran dan Para Kanit/Kasi serta Perwira Staf dan Seluruh Anggota Serta PNS Polres Blora.

Adapun anggota yang mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian adalah Aiptu Lilik Erfana Kasium Polsek Japah Polres Blora, yang Dinaikan setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

Sedangkan Anggota yang terpilih menjadi Polisi Teladan Bulan November 2019 ada tiga anggota, yakni di Bidang Operasional Briptu Leni Noviyanti,SH Anggota Sat Narkoba Polres Blora, Bidang Pembinaan Brigadir M.Amin, Baur Si Propam Res Blora dan Bhabinkamtibmas Polsek Bogorejo Brigadir Wiyono.

Ketiga Anggota tersebut terpilih menjadi Polisi Teladan Bulan November karena di nilai dari kinerja dan dedikasinya serta sepak terjangnya dalam pelayanan masyarakat.

Selain Polisi Teladan, dalam kesempatan tersebut Kapolres Juga memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi, yaitu anggota Polsek Kradenan Polres Blora yang berhasil ungkap Kasus Curat, serta Aipda Dian Hari Purnomo Anggota Dokkes Bag Sumda Polres Blora yang berhasil meraih juara 6 Konselor Psikologi Yang di selenggarakan Biro SDM Polda Jateng beberapa waktu lalu.

Keempat anggota Polsek Kradenan tersebut adalah Aiptu Nardi Kanit Provost Polsek Kradenan, Aipda Maskan Kanit Reskrim Polsek Kradenan, Aipda Bambang Sujoko
Dan Briptu Vara Hadi Anggota Reskrim Polsek Kradenan.

Dalam amanatnya, AKBP Anang menjelaskan, bahwa kenaikan pangkat pengabdian Diberikan kepada anggota yang dinilai berdasarkan Atas pengabdian tanpa cacat, kerja keras serta dedikasi yang tinggi dan loyalitas dari personel Polri.

“Meski kenaikan pangkat penghargaan diberikan kepada personil Polri jelang masa Pensiun. Namun hanya anggota yang dinilai baik, disiplin, berdedikasi dan memiliki loyalitas tinggi dalam pelaksanaan tugas berhak mendapatkannya." Ucap Kapolres.

Kemudian kepada personel yang berprestasi, Kapolres menyebutkan, bahwa pimpinan tidak pernah menutup mata atas dedikasi anggota dalam menjalankan tugasnya, baik dibidang operasional maupun di bidang pembinaan.

“Terimakasih atas dedikasi kalian dalam melaksanakan perintah pimpinan Dan berhasil ungkap kasus Curat, serta Bhabinkamtibmas yang aktif dalam masyarakat, sehingga membawa citra positif Polri dimata masyarakat,” Pungkas Kapolres.(HR) 

DBM Gelar Sarasehan Menuju Blora Inklusi

Supri Edi anggota DPRD Blora memberikan apresiasi terhadap DBM Blora


BLORA, Difabel Blora Mustika (DBM) Kabupaten Blora,Jawa Tengah menggelar sarasehan menuju Kabupaten Blora inklusi di sekretariat Desa Kamolan, Kabupaten Blora, Minggu (1/12).

Sarasehan yang di gelar DBM tersebut dalam rangka memperingati hari disabilitas Internasional 2019 yang jatuh pada 3 Desember mendatang.

Hadir dalam acara sarasehan itu, Anggota DPRD Kabupaten Blora, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), anggota Kodim 0721 Blora dan sejumlah kepala Desa.

Sarasehan ini merupakan bentuk rasa syukur dari kaum disabilitas di Kabupaten Blora atas perjuangannya selama tiga tahun mengawal Perda Pemenuhan Hak dan Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora, yang akhirnya disahkan oleh DPRD Kabupaten Blora pada Jumat (29/11) lalu.

Ditetapkannya Perda Pemenuhan Hak dan Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Blora itu, menjadi kado spesial bagi difabel Blora dalam menyambut hari disabilitas internasional 3 Desember.

Ketua DBM, Abdul Ghofur mengatakan, disahkannya Perda Disabilitas oleh DPRD pada Jumat (29/11) masih perlu mendapat pengawalan bersama dari berbagai pihak. Hal ini mengingat perda tersebut belum bisa dijalankan apabila belum turun Peraturan Bupati (Perbub) sebagai tindak lanjut munculnya Perda.

"Perda ini masih harus perlu pengawalan kita bersama. Kami berharap Bupati segera mengeluarkan Perbub agar OPD-OPD bisa menjalankannya", kata Abdul Ghofur.

Disisi lain, pihaknya sangat bersyukur atas terbitnya Perda bagi Penyandang Disabilitas ini. Dia berharap Kabupaten Blora bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk menerbitkan Perda Disabilitas.

"Setelah 3 tahun berjuang, akhirnya Perda ini disahkan juga. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih dari berbagai pihak yang telah mendukung perjuangan kami. Semoga Kabupaten Blora bisa menjadi contoh untuk Kabupaten lain mengenai Perda ini", ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Blora dari partai Demokrat, Supri Edi mengapresiasi  semangat difabel Blora untuk maju. Diapun siap untuk ikut mengawal turunnya Perbub.

"Kami di DPRD selalu siap untuk membantu mengkomunikasikan  dengan Bupati, agar segera menerbitkan Perbup. Supaya Perda ini bisa segera dijalankan", ujarnya.

Sementara sebagai kejutan kado di hari disabiltas Internasional kedua, juga diberikan oleh Kodim 0721 Blora. Dandim 0721 Blora Letkol inf. Ali Mahmudi melalui Pasiter Kapten inf. Puryanto memberikan sejumlah alat batik dan bahan kain, sebagai dukungan terhadap difabel Blora.

"Ini ada sedikit bantuan dari Kodim 0721 Blora, kamipun akan siap membantu demi kemajuan disabilitas di Blora, jika DBM ada kegiatan silahkan beritahu kami",ungkap Puryanto.(HR)

Jelang Natal dan Tahun Baru, PT KAI Launching Kereta Api Baru

Bupati pimpin laounching KA baru di Stasiun Cepu

BLORA, Jelang Natal dan tahun baru 2020, PT Kereta Api Indonesia (Persero)  launching kereta api Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi – Cepu –Gambringan – Kutoarjo PP dan KA Dharmawangsa relasi Surabaya Pasarturi – Cepu – Semarang – Pasar Senen Jakarta PP.

Kedua KA tersebut di luncurkan perdana pada Minggu pagi (1/12) di Stasiun Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Penambahan kedua KA tersebut untuk meningkatkan mobilitas masyarakat BLora, menjelang Natal dan tahun baru yang biasanya penumpang membludak.

KA Sancaka Utara dan KA Dharmawangsa merupakan KA baru di wilayah Daop 4 Semarang sesuai dengan Grafik Perjalananan Kereta Api (Gapeka) Tahun 2019. KA Sancaka Utara dengan pemberangkatan awal dari Stasiun Surabaya Pasarturi, berhenti dan berangkat kembali di Stasiun Cepu.

Pemberangkatan perdana KA tersebut dari Stasiun Cepu dilakukan oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho didampingi Kepala PT KAI (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso.

"KA Sancaka Utara membawa 4 Kereta Eksekutif berkapasitas total 200 tempat duduk dan 4 Kereta Bisnis berkapasitas 256 tempat duduk" Kata M Nurul Huda.

Tiket KA Sancaka Utara dari Stasiun Cepu ke Kutoarjo, untuk kelas eksekutif bertarif antara Rp 230.000 Sampai Rp. 360.000. Sedangkan untuk kelas bisnis bertarif Rp 150.000 sampai Rp 270.000.

Sedangkan Untuk KA Dharmawangsa membawa 3 Kereta Eksekutif  berkapasitas  150 tempat duduk, dan 6 Kereta Ekonomi berkapasitas total 636 tempat duduk.

Harga tiket KA Dharmawangsa dari Stasiun Cepu ke Pasarsenen Jakarta untuk kelas eksekutif bertarif antara Rp 350.000 sampai Rp 530.000 sedangkan untuk kelas ekonomi bertarif Rp 130.000 sampai Rp. 160.000.

"Tiket KA Sancaka Utara dan KA Dharmawangsa dapat dipesan hingga 30 hari sebelum keberangkatan di loket Stasiun Cepu maupun secara online melalui aplikasi KAI Access pada smartphone dan website www.kai.id yang merupakan website tiket resmi dari PT KAI," jelas Nurul Huda.

Bupati Blora, Djoko Nugroho mengapresiasi kebijakan PT KAI yang telah menambah perjalanan kereta api untuk Kabupaten Blora.

"Hadirnya KA Sancaka Utara dan KA Dharmawangsa diharapkan dapat mengakomodir masyarakat Kabupaten Blora untuk bepergian ke Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Semarang, dan Jakarta sehingga memudahkan masyarakat untuk bisa bepergian dengan kereta api yang aman, tepat waktu, dan nyaman", ungkap Bupati.(HR)

Musim Hujan Tiba, Sejumlah Warga di Blora Masih Butuh Air Bersih

Warga antri bantuan air bersih

BLORA, Meski sudah memasuki musim penghujan, namun sejumlah wilayah pinggiran hutan di Kabupaten Blora masih dilanda kekeringan. Salah satunya yang dialami warga di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Untuk mendapat air, warga harus antri di sebuah sumur desa. Masdari (61) warga dukuh Badong kidul,desa Klopoduwur, mengungkapkan, meski hujan sudah mulai turun, namun warga desa masih kesulitan air bersih. Sumur-sumur milik warga masih belum mengeluarkan sumber air.

"Sumbernya baru sedikit, karena hujanya masih jarang, warga sini ya masih harus antri. airnya belum banyak", kata Masdari, (Rabu,27/11/2019).

Ia mengaku, warga Desa sini masih sangat membutuhkan bantuan air bersih. Sebab hujannya belum merata.

"Ya masih butuh mas. Karena memang belum ada air", akunya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga pinggiran hutan, Perhutani KPH Blora menyalurkan bantuan air bersih, Kamis sore (27/11). Bantuan diberikan kepada sejumlah Desa yang saat ini masih dilanda kekeringan.

Administratur Perhutani KPH Blora, Afwandy melalui Kasi Kelola Sumber Daya Hutan, Laode Sahara mengatakan, sebanyak 10 tangki air bersih disalurkan di  10 Desa yang berada di pinggiran hutan. Salah satunya Desa Klopoduwur yang berada di wilayah hutan Banjarejo.

"Ini adalah program CSR Bina Lingkungan Perhutani Blora. Memang saat ini beberapa wilayah sudah turun hujan, namun nyatanya masih banyak warga yang mengalami kekeringan, khususnya mereka yang ada di pinggiran hutan", ungkap Laode.

Laode berharap dengan bantuan ini, warga bersama Perhutani bisa saling bersinergi terutama dalam menjaga kelestarian hutan.

" Harapan kami semoga dengan baksos ini, warga yang berada di pinggiran hutan bisa ikut menjaga kelestarian hutan bersama petugas", harapnya.

Program CSR Bina Lingkungan Perhutani berupa bantuan air bersih ini ,sebelumnya sudah dilaksanakan di sejumlah Desa yang berada di pinggiran hutan di 5 BKPH wilayah Perhutani KPH Blora.

Sebanyak 10 tangki air bersih terbagi di BKPH Kalisari 3 tangki, BKPH Ngapus 1 tangki, BKPH Ngrangkang 1 tangki, BKPH Ngawenombo 4 tangki dan BKPH Nglawungan 1 tangki. (HR)

Pertama di BLora, Seminar Parenting Disabilitas.

Ir. Tedi Rindaryo Widodo membuka acara Seminar parenting disabilitas

BLORA - Menjelang peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-27  yang jatuh pada 03 Desember, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyelenggaraan Seminar Parenting Disabilitas.

Seminar ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan mengambil tema "pengasuhan anak difabel", diaula Mr. Green Kecamatan Jepon Rabu siang (27 /11/2019),

Acara tersebut diikuti oleh sejumlah orang tua penyandang disabilitas se-Kabupaten Blora, Difabel Blora Mustika (DBM) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Blora.

Acara ini betujuan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua anak penyandang disabilitas, bagaimana cara memperlakukan anak seperti anak normal lainya.

Acara dibuka oleh  Ir. Tedi Rindaryo Widodo Sekretaris Dinsos P3A Kabupaten Blora. dengan mengundang ahli psikolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Soetidjono Blora Tisna Cahyamita, M. Psi sebagai narasumber.

Tedi Rindaryo ingin dalam seminar ini para orang tua penyandang disabilitas terbuka, jangan sampai minder punya anak yang tidak normal, jangan biarkan mereka tidak percaya diri, jadikankan mereka motivasi agar mereka bisa berbaur dengan anak normal.

300 peserta mengikuti acara seminar parenting

"Pada dasarnya para orang tua penyandang disabilitas, malu dan minder memiliki anak yang cacat, padahal anak tersebut kemungkinan memiliki kemampuan melebihi anak normal, itulah yang akan kita diskusikan bersama",kata Tedi panggilan akrabnya (Rabu,27/11/2019)

Ia berharap dengan seminar ini ,orang tua penyandang cacat menjadi tergugah hatinya, untuk memperlakukan anaknya seperti anak normal,sesuai bakatnya masing masing.

"Saya mencontohkan anak kakak saya, yang memiliki kekurangan atau cacat, namun anak itu saya ajak mengikuti acara lomba mewarnai bersama anak normal lainya, supaya ia bisa berkomunikasi dengan anak normal",tambahnya.

Pemateri dalam seminar ini adalah dr. Tisna Cahyamita, M.Psi psykolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R.Soetiyono mengajak peserta untuk mendidik anaknya dan memperhatikan jangan sampai terbengkalai.

Ia menjelaskan secara psikolofi anak penyandang disabilitas memang harus ada perhatian khusus, tidak seperti anak normal, namun terkadang mereka memiliki kemampuan melebihi anak normal, disinilah peran dari orangtua untuk mengetahuinya.

“Saya mengajak orang tua,agar tau cara mendidik anak yang menyandang diabilitas, jangan biarkan mereka menjadi minder, karena mereka juga sama dengan kita yang normal, punya keinginan untuk bergaul dan berkembang", jelas Tisna Cahyamita

Ia menambahkan jangan sampai anak dibiasakan dengan gadget ataupun android, kebiasaan orangtua agar anaknya diam ,mereka diberikan gatdget, itu adalah pendidikan yang salah.

Sebanyak 300 peserta tampak serius memperhatikan ualasan pemateri. Dengan pembawaan yang menarik dan ilustrasi media yang lucu, kegiatan Seminar Parenting Disabilitas ini mampu menghipnotis para peserta. (HR) 

Bawaslu Gelar Sosialisi Pengawasan Melalui Seni Barong

Warga antusias menyaksikan pagelaran seni barong yang di gelar Bawaslu Blora

Blora, Tahapan Pilkada 2020 sudah di mulai ,Bawaslu Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengawali di mulainya tahapan Pilkada 2020 di Kabupaten Blora dengan menggelar sosialisasi pengawasan berbasis budaya, Sabtu (23/11).

Seni barong yang merupakan icon kota Blora ini, di gunakanya sebagai sarana sosialisasi pengawasan berbasis budaya oleh Bawaslu dihalaman sekretariat Bawaslu Jl. RA Kartini No. 12 Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora.

Hal ini terbukti warga tampak antusias memenuhi halaman sekretariat Bawaslu, mereka berbondong bondong menyaksikan seni barong, sebuah kesenian rakyat asli Blora yang sangat di sukai seluruh lapisan masyarakat.

Bawaslu sengaja memilih seni barong atau lebih dikenal dengan barongan, karena Bawaslu juga ingin memasyarakat, ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengawasan terhadap jalanya Pilkada 2020 di Kabupaten Blora nanti, merupakan tugas bersama seluruh warga Blora, untuk ikut berperan aktif mengawasi jalanya Pilkada.

"Tahapan pilkada 2020 di Kabupaten sudah di mulai, Ini  sebagai tanda di mulainya tahapan tersebut, istilah lain gong pilkada sudah dipukul sejak hari ini", tegas Lulus Maryonan ketua Bawaslu Kabupaten Blora.(Sabtu, 23/11/2019)

Ia menjelaskan dengan dimulainya tahapan pilkada ini, dimulai juga tugas pengawasan dari Bawaslu terhadap tahapan demi tahapan Pilkada 2020 dibkabupaten Blora.

Melalui sosialisasi ini ia ingin masyarakat tau dan mempersiapkan diri sebagai pemilih yang cerdas.Bagi warga yang sudah mempunyai hak pilih jangan mudah percaya dengan isu yang bisa menyesatkan, isu hoaks terlebih isu sara. Agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang benar benar berkualitas.

"Di sini saya ingin mengajak masyarakat di Kabupaten Blora bisa menjadi pengawas pastisipatif, segera melaporkan jika ada kecurangan di dalam Pilkada nanti, terutama netralitas baik itu penyelenggara maupun PNS yang diatur sesuai regulasi yang ada",tegasnya.

Disisi lain salah satu warga bernama Winarti (43) yang menyaksikan pagelaran budaya seni barong dalam rangka sosialisasi pengawas partisipatif merasa senang, ia mengaku pas atau setuju sekali apa yang di sampaikan oleh Bawaslu melalui kesinian rakyat ini.

"Senang, dan pas sekali, Bawaslu dalam mensoaialisasi kan pengawas partispatif berbasis budaya ini, bisa menarik perhatian masyarakat dengan menggadeng kesenian rakyat barongan",kata Winarni. (HR)



Warga Desa Kedungwungu Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis

Warga berbondong bondong memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari PT GMM Bulog (dok. humas GMM) 

BLORA - Warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Blora,Jawa Tengah dapat pelayanan kesehatan gratis, Bantuan pelayanan kesehatan itu berkat kerjasama pabrik Gula (PG) Blora milik PT GMM Bulog  dengan Pemerintah Desa Kedungwungu, yang berada di ring 1.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian social terhadap lingkungan sekitar, dan sudah menjadi kewajiban bagi PT Gendis Multi Manis (PT GMM Bulog) untuk memberikan corporate social responsibility (CSR).

Bhakti kesehatan PT GMM Bulog itu, dipusatkan di Dukuh Gayam, dengan diisi sosialisasi kesehatan dan kegiatan mini medical check up.

“Kami berharap warga Dukuh Gayam, Desa Sendanwungu,ccc- bisa memanfaatkan kegitan ini, sekaligus mendapat tambahan wawasan tentang kesehatan,” jelas Direktur Operasional PT GMM, Ihsan, Selasa (19/11/2019).

Untuk kelancaran kegiatan ini, lanjutnya, selain bekerjasama dengan pemerintah Desa (Pemdes) Sendangwungu, PT GMM juga menggandeng tim dari Mandiri Inhealth.

Ditambahkan Ihsan, kegiatan layanan kesehatan ini juga sesuai visi dan misi perusahaan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, khususnya masyarakat di ring 1 (kawasan sekitar PG).

“Kami berharap, kegiatan CSR ini bisa lebih mempererat hubungan baik antara perusahaan dengan warga sekitar,” harap Dirops PT GMM melalui telepon.

Lebih dari 150 warga Gayam hadir dalam sosialisasi hidup sehat, dan mendapat layanan kesehatan gratis, dihadiri tokoh masyarakat Kedungwungu Subakir, perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Mewakili Kades Kedungeungu, Subakir menjelaskan Pemdes Kedungwungu mendukung kegiatan PT GMM untuk warganya agar bisa hidup lebih sehat, dan mendapat layanan kesehatan gratis.

“Terima kasih PT GMM sudah membentu warga, kami berharap kegiatan seperti ini akan berlanjut waktu-waktu mendatang,” tandas Subakir.

Aksi sosial kemanusiaan PT GMM, digelar mulai pukul 09:00 WIB hingga siang hari. Bahkan sebelumnya, karyawan PG rutin menggelar donor darah, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora.

Tujuan positif  lainnya  dari donor darah, karena memiliki banyak manfaat, antara lain regenerasi sel–sel darah merah, membakar kalori, dan mengurangi resiko dari beberapa macam penyakit seperti kanker, paru–paru, dan jantung.

“Di saat donor darah, karyawan juga bisa melakukan pengecekan golongan darah, tensi, dan kadar hemoglobin dalam darah secara langsung,” jelas General Meneger Sumber Daya Manusia (GM SDM) PT GMM, Aditya Ridwan.(HR)

Ibu -ibu Dharma Wanita di Blora, ikuti Lomba Line Dance

Peserta tampil di panggung terbuka Stadium Seni Budaya Tirtonadi

Blora,  Sejumlah ibu-ibu PKK dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Blora mengikuti lomba line dance Rabu malam (13/11) dipanggung terbuka Stadium Seni Budaya Taman Tirtonadi Blora.

Lomba line dance di gelar dalam rangka hari ulang tahun ke-20 Darma Wanita Persatuam (DWP) 2019. Acara dibuka Umi Kholsum istri Bupati Blora Joko Nugroho.

Dalam sambutanya ia mengaku ini baru pertama kali para ibu ibu belajar dance, ia juga harus menghafal gerakan dance tersebut.

"Acara ini bagus banget, saya suka sekali, saya sendiri juga mengahafalkan gerakan satu bulan sebelum acara ini",ungkap Umi panggilan akrabnya.

Ia juga berterima kasih kepada segenap panitia yang telah merancang acara ini, karena acara semacam ini baru pertama kali di gelar di Kabupaten Blora.

Para peserta sangat antusias mengikuti lomba line dance malam itu, berbgai kostum dan gerakan ia tampilkan untuk menarik perhatian dewan juri.

Salah satu peseerta dari OPD Diskominfo Blora bernama Emillia vinna octaviani (25) mengaku, untuk menghafal gerakan dance ia harus belajar dalam satu bulan.

"Aaya dan teman teman belajar menghafal gerakan dance ini selama satu bulan,  dan saya berharap dapat juaranya", kata Vinna usai tampil

Ia mengaku sempat deg degan sebelum tampil karena ini baru pertama kali, ia ikut tampil didepan ibu pejabat. Namun ia optimis group nya dapat juara.

Lomba line dance ini diikuti 28 peserta, terdiri dari ibu -ibu OPD se-Kabupaten Blora di tambah ibu -ibu dari Persid dan Bhayangkara. (HR)

Hujan Angin di Blora, Mengakibatkan Puluhan Rumah Roboh




Foto: TNI dan Polri gotong royong membantu warga

Blora, Hujan di sertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Blora Senin malam (11/11) mengakibatkan puluhan rumah di tiga Kecamatan roboh, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan jutaan rupiah.

Dari data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora setelah melakukan asasmen Selasa pagi hingga sore (12/11), sebanyak 21 rumah milok warga di tiga Kecamatan roboh.

Kecamatan Cepu ada 1 rumah roboh di Desa Kentong, Kecamatan Kedungtuban 1 rumah rusak ringan di Desa Wado, sedangkan yang paling banyak di Kecamatan Randublatung ,10 rumah roboh di Desa Tanggel, 7 rumah di Desa Kadengan, 1 rumah di Desa Jeruk, 1rumah di Desa Sumberejo dan 2 rumah di Desa Kutukan.

Selain rumah ada beberapa kendaraan yang rusak akibat kejatuhan rumah, 6 unit sepeda motor, 2 unit truk, dan juga 3 penggerjajian kayu roboh serta 3 gudang oven tembakau dan 2 kandang ayam roboh.

"Tadi pagi saya dan anggota lainya, melakukan asasment dan evakuasi beberapa pohon yang tumbang, mengahalangi jalan dan pohon yang menimpa beberapa rumah", jelas Sunardi PLT Kepala pelaksana BPBD. (12/11/2019)

Ditempat lain Kapolres Blora AKBPAntonius Anang, melalui Kabag Ops Kompol Yuwono melaksanakan kerja bhakti  bersama anggotanya, dan anggota TNI, Satpol PP serta BPBD, membantu warga membersihkan puing puing rumah yang tertimpa bencana.

"Kami saat ini hanya bisa membantu melakukan kerja bhakti ", ungkap Kabag Ops Kompol Yuwono.

Ia menjelaskan kerja bhakti ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan lainya terhadap warga.

Salah satu warga yang tertimpa bencana bernama Sumaji (56) , warga Desa Kadengan mengucapakan terima kasih kepada TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD.

"Saya sangat senang, kepada bapak Polisi ,Tentara, Satpol PP dan BPBD yang telah sudi membantu kami", ucanya polos.
(HR)







Wisata Alam KDR Park Milik Perhutani KPH Blora Murah dan Menarik

Sahra saat selfi di rumah selfi salah satu obyek wisata di KDR Park

BLORA - Blora merupakan salah satu daerah yang memiliki keanegaraman hayati yang tinggi berupa sumber daya alam yang berlimpah, terutama hutan. Semua potensi tersebut mempunyai peranan penting bagi pengembangan kepariwisataan, khususnya wisata alam di Kabupaten Blora.

Potensi Obyek wisata alam yang dimiliki Blora, antara lain berupa keanekaragaman hayati, keunikan dan keaslian budaya tradisional, keindahan bentang alam, gejala alam, peninggalan sejarah/budaya yang secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Nyantai bareng di Kunduran Distrik Refresh (KDR) Park eks-TPK di Desa  Kunduran Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora Jawa Tengah alternatif terbaik untuk berlibur di Blora.

Salah satu pengunjung Sahra Atika (17) warga Kunduran mengatakan bahwa tempat wisata sangat potensi, karena KDR Park tempatnya dekat pemukiman yang sangat dibutuhkan tempat bergembira anak anak.

"Senang ada tempat wisata yang dekat dengan rumah, pemandanganyapun lumayan bagus untuk Selfi bersama teman teman",ungkap Sahra (Minggu, 10/11/2019).

Meski fasilitas sudah cukup lengkap, namun hendaknya fasilitas di KDR Park ini perlu di tingkatkan agar lebih meriah untuk  anak anak di sekitar Kunduran, tidak perlu jauh keluar kota, tambahnya..

Sementara itu, Administratur Perhutani KPK Afwandy, melalui Asper BKPH Ngawenombo  Joko Sasmito menjelaskan KDR Park ini akan dikembangkan lagi sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kunduran dan sekitarnya.

"KDR Park sudah tersedia tempat tempat nyaman mulai dari rumah pohon, ATV, Selfi deck, tempat bermain anak anak," ucap Asper BKBH Ngawen Ombo Joko S.

Imbuh Asper, Keseluruhan potensi obyek wisata alam ini merupakan sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi dan sekaligus merupakan media pendidikan dan pelestarian lingkungan di Blora.

"Tiap hari Minggu KDR Park akan membuat even even meriah untuk menarik pengunjung," tegas Joko Sasmito.

Untuk diketahui, Minggu 10 November 2019 KDR Park menyelenggarakan Jalan Sehat Hari Pahlawan 10 November, yang diikuti ratusan peserta, hadiah utama 2 sepeda MTB. (HR)


Tak Terawat, Warga Minta Makam Srikandi Nasional pocut Mirah Intan di Pugar

Warga berziarah di makam Pocut Mirah Intan

Blora, Jelang hari Pahlawan 10 Nevember puluhan warga di Blora berziarah ke makam Pejuang wanita dari Aceh, Pocut Meurah Intan Sabtu sore (9/11), yang di makamkan disebuah makam keluarga Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Puluhan warga Desa Temurejo, Kecamatan Blora itu berharap Pemerintah memperhatikan makam Pahlawan tersebut, seperti makam pahlawan lainya yakni makam RA Kartini yang berada di Rembang.

Salah satu warga bernama Ana Matofani (50) mengungkapkan agar pemerintah memperhatikan makam Pocut Meurah Intan,  ia ingin makam itu, dipugar agar masyarakat tahu ada Pahlawan di makam Teagal Sari tersebut.

"Saya berharap pemerintah mau memperhatikan makam pahlawan wanita dari Aceh ini, seperti makam Pahlawan wanita lainnya", kata Ana usai ziarah.

Potcut Meurah Intan adalah salah satu pahlalwan wanita berasal dari Aceh, yang melawan Belanda saat itu, ia di juluki Srikandi Nasional dari tanah Rencong.

Ia berjuang saat perang Belanda di Aceh meletus sejak tahun 1873, hingga sampai ke Pulau Jawa dan meninggal di jawa tengah dimakamkan di makam keluarga R. Ng. Donopuro Desa Temurajo (Tegal Sari)

Cucu panglima Mahmud yang setia  mengawal Pocut Meurah Intan hingga ke Pulau Jawa bernama Sugeng Waluyo, menceritakan perjuangan Srikandi Nasional dari tanah Rencong ini ,berjuang melawan Belanda dan di buang ke Blora Tahun 1901.

"Pocut Meurah Intan merupakan pejuang wanita dari Aceh ,saat melawan Belanda ,ia di tangkap, di buang di Blora tahun 1901 dan meninggal di Blora", ungkap Waluyo.

Jenasah Pocut dimakamkan di Makam Tegal Sari sedangkan Panglima Mahmud di makamkan di makam umum Butoh Kunden.

"Saya berharap pemerintah pusat ,Provinsi maupun Kabupaten Blora bisa mengahargai perjuanganya, dan makam Pocut meurah Intan bisa di bangun layaknya pahlawan Wanita seperti yang lainya", pungkasnya (HR)



Unik! HUT SD Negeri Tempelan Blora, Peserta Menukar Sampah dengan Srabi

Avrilla menukar sampah dengan Serabi


BLORA, Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 89 SD Negeri Tempelan Blora, Jawa Tengah Jumat pagi (8/11) menggelar berbagai perlombaan. Diantaranya, Lomba mewarnai umum, Jalan sehat, pentas seni dan membuka stand makanan dan minuman.

Diantara stand makanan ada yang sangat unik dan menarik , yaitu makan Srabi khas Blora di bayar dengan sampah. Stand makanan ini ternyata sengaja di sediakan panitia untuk mengurangi membuang sampah sembarangan.

Jadi usai jalan sehat, ribuan peserta tidak boleh membuang sampah sembarangan, mereka harus memasukan sampah ke kantong plastik, dan sampah tersebut bisa di tukar dengan makanan Srabi khas Blora.

Ketua panitia bazar Kuat Mujito (43) mengungkapkan ini sengaja dilakukan karena tema HUT ke 89 SD Negeri Tempelan adalah menerapkan sebuah program eco bazar dan zero wise, dimana setiap stand bazar sebanyak 60, bertanggung jawab dengan sampahnya masing -masing.

"Ya, di HUT ke 89 SDN Tempelan ini, kami menerapkan program eco bazar dan zero wise, ini baru pertama kali dipakai di event besar seperti ini",ungkap Kuat.

Kuat juga menjelaskan program seperti ini,  diharapkan bisa ditiru sekolah lain, sehingga walau ada event besar dan ramai sampah tidak berserakan di halaman, setelah acara selesai halaman sekolah tetap terjaga kebersihanya.

Jadi dengan program ini pula, peserta dan para siswa di latih bertanggung jawab dengan sampahnya.

Seperti yang dilakukan salah satu siswa kelas 1 A , Avrilla Kirana Dinanty ini, ia membawa kantong plastik untuk tempat membuang sampahnya ,kemudian ia tukarkan sampah tersebut dengan Srabi.

"Saya bawa tas kresek (kantong plastik) untuk tempat sampah, dan saya tukar dengan Serabi, tidak perlu bayar pakai uang ", kata Avril panggilan akrab gadis mungil, sambil membawa Serabinya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Tempelan Jari, mengatakan peringatan HUT ke-89 SD Negeri Tempelan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, ini merupakan yang terbesar, karena acara ini didukung oleh Komite sekolah, dan paguyuban orang tua masing- masing kelas.

"Baru kali HUT SD Negeri Tempelan sebesar ini, saya sangat berterima kasih kepada komite sekolah dan paguyuban orang tua murid yang telah mendukung acara ini, sehingga acaranya luar biasa", jelasnya. (HR)







Perhutani KPH Blora Beri Bantuan Sumur

La Ode Sahara (kanan) menyerahkan bantuan sumur kepada kepala Desa Japah Yuswanto (kiri) 


Blora, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, resmikan bantuan sumur kepada warga sekitar hutan bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngapus di Dukuh Ngrowo, Desa Japah, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora Kamis sore (7/11)

Kemarau panjang yang melanda di Kabupaten Blora, membuat sejumlah warga kesulitan mencari air bersih, salah satunya di dukuh Ngrowo, Desa Japah Kecamatan Japah.

Mereka harus mencari air hingga di tengah hutan, dengan jarak 2 KM ,dari rumahnya,
melihat keadaan seperti itu Perhutani KPH Blora membuatkan sumur beserta tampunganya, yang cukup untuk mengairi kurang lebih 100 warga atau satu RT.

Warga sangat berterimakasih atas bantuan sumur tersebut, Sadiman (45) mengaku sumur ini sangat membantu warga karena kapasitas airnya di perkirakan mencukupi warga satu RT.

"Ya, saya sebagai warga sangat berterimaksaih kepada KPH Blora yang sudah peduli terhadap keluhan warga sekitar hutan, semoga barokah", ungkap Sadiman (Kamis, 7/11/2019)

Kepala Administratur (Adm) KPH Blora Afwandy melalui Kasi kelola SDH
La Ode Sahara, Sp, mengatakan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar hutan, dan merupakan salah satu program kami.

"Sudah komitmen kami untuk peduli terhadap warga sekitar hutan, dan ini merupakan Program Kemitraaan Bina Lingkungan (PKBL) dari Perhutani", Jelas La Ode sapaan akrabnya.

Ia juga berharap kepada warga sekitar hutan agar ikut menjaga kelestarian hutan,
dan menjaga agar sumur ini bisa awet serta bermanfaat bagi warga.

Pembuatan sumur dan tampunganya ini sendiri menghabiskan biaya kurang lebih sekitar 50 juta rupiah, ini merupakan satu satunya PKBL perhutani KPH Blora yang mirip Pansimas.

Sementara itu kepala desa Japah Yuswanto, sangat mengapresiasi kepada perhutani KPH Blora yang telah peduli terhadap warganya,

"Saya selaku Kepala Desa Japah sangat mengapresiasi atas kepedulian Perhutani KPH Blora terhadap warga saya disekitar hutan",ujar Yuswanto

Warga syukuran tumpengan

Acara penyerahan bantuan sumur beserta bak tampungan tersebut disaksikan warga, dan tokoh masyarakat dan di akhiri dengan syukuran tumpengan.(HR)

IWAPI Ingin Program Kementrian Turun ke Daerah.

Dwi Astutiningsih Ketua DPC IWAPI Kabupaten Blora saat di wawancari media

Blora, Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) di Kabupaten Blora berharap program Mentri yang baru bisa dirasakan hingga ke Daerah.

Ini diungkapkan ketua DPC IWAPI Kabupaten Blora masa bhakti 2019-2024 Dwi Astutiningsih, yang baru di lantik Sabtu siang (26/10) oleh DPD IWAPI Jawa Tengah, di Pendopo rumah dinas Bupati Blora.

"Saya berharap program Mentri yang baru, bisa di rasakan sampai ke Daerah seperti Blora, apalagi bisa bekerjasama, tentunya termasuk ijinnya", Ungkap Dwi Astutiningsih yang sering akrab di panggil Tutik.

Ia juga menjelaskan akan merubah para pengusaha wanita di Kabupaten Blora mulai sekarang untuk membangun dari dirinya sendiri, untuk bisa lebih maju, lebih kreatif.

Salah satu pengusaha wanita di Kabupaten Blora memamerkan busana hasil karyanya. 

Sebagai ketua terpilih langkah pertama yang akan diambil adalah, mengumpulkan semua pengurus yang telah dilantik hari ini, untuk membuat program ke depan, agar kegiatan ini diketahui oleh semua bidang unit usaha.

" Akan kami kumpulkan semua pengurus baru, untuk membahas kegiatan dan program awal dari IWAPI", jelasnya.

Pelantikan pengurus DPC IWAPI masa bhakti 2019-2024 dihadiri oleh 190 pengusaha wanita yang ada di Kabupaten Blora, mulai dari pengusaha batik, mebel, hingga warungan dan PKL.

Bupati Blora Djoko Ngroho yang hadir dalam kesempatan itu mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik.

Bupati mengatakan dengan pelantikan pengurus IWAPI yang baru ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonimian masyarakat. Dirinya juga mengaharapkan kepada pengurus yang baru agar bisa kerja lebih cepat.

“Saya yakin pengurus yang baru ini bisa kerja dengan cepat, karna wong Blora kuwi gesit-gesit,dan setiap tahun seperti ibu-ibu PKK itu sering mendapatkan nominasi ,” tutur Bupati.(HR)



Jalan Penghubung antar Desa di Kecamatan Gunem Diresmikan

Bupati Rembang meresmikan jalan di Kecamatan Gunem (ft. Dok. Humas PT Semen Gresik)

Rembang, Jalan penghubung antar Desa di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sepanjang 2,25 Km dengan lebar 3.5 meter, Jumat sore (25/10) diresmikan Bupati Rembang H. Abdul Hafidz. Pembangunan jalan tersebut menelan biaya sebesar Rp. 2,75 miliyard.

Jalan tersebut menghubungkan sejumlah Desa yang berada di Kecamatan Gunem, yaitu  penghubung Desa Tegaldowo, Kajar, Timbrangan, Pasucen dengan jalan raya Rembang - Blora.

Peresmian disaksikan oleh Administratur Perhutani KPH Mantingan Widodo Budi Santoso, manajemen  PT Semen Gresik serta warga sejumlah Desa yang ada di Kecamatan Gunem dan sekitarnya.

Warga melintas di jalan yang baru diresmikan (ft. Dok. Humas PT Semen Gresik) 

Pembangunan jalan yang menelan biaya sebesar 2,75 Milyard tersebut merupakan bantuan dari PT. Semen Gresik, yang merupakan penunjang aktivitas perekonomian, pendidikan hingga sosial budaya warga desa sekitar perusahaan.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan pembangunan akses jalan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang ingin terus berkontribusi positif untuk masyarakat dan daerah.

Proses pembangunan akses jalan ini juga melibatkan puluhan warga sekitar perusahaan serta BUMDes Kadiwono dan BUMDes Pasucen yang merupakan mitra binaan Semen Gresik.

Agar badan jalan yang dibangun di lahan milik Perhutani ini berkualitas, proses pengerjaan dilakukan dengan maksimal. Lubang jalan ditambal dengan material grosok. Lalu dipadatkan dengan alat berat. Fondasi basecourse sedalam 20 cm diisi material campuran batu pecah dan abu batu. Sedang ketebalan aspal baik lapis bawah maupun atas mencapai 7 cm.

"Jalan ini sangat vital karena merupakan satu-satunya akses penghubung warga sejumlah desa dengan jalan raya Rembang - Blora, turut wilayah Desa Kadiwono," kata Gatot Mardiana, Jumat (25/10/2019).

Sejak 2017 atau dua tahun terakhir, PT Semen Gresik sudah membiayai pembangunan sejumlah jalan di wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp.8,81 miliar. Seperti jalan Galonan - Tireman (jalan lingkar timur Rembang) sepanjang 2,2 kilometer yang menelan anggaran Rp3,57 miliar, pembangunan akses jalan di Dukuh Dukoh Desa Tegaldowo, Rembang dengan biaya Rp784,2 juta hingga akses jalan di Dukuh Tambakselo Desa Ngampel, Kabupaten Blora sebesar Rp589,9 juta.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Menurutnya pembangunan infrastruktur ini tak hanya sesuai dengan upaya yang dicanangkan pemerintah saja, namun juga memang berdampak positif bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Infrastruktur yang kondisinya rusak juga akan mempengaruhi perekonomian masyarakat dan daerah.

"Pedagang dari Blora yang beraktivitas di Pasar Tegaldowo Rembang lewat jalan ini. Jadi memang ini vital. Kalau infrastruktur bagus maka pertumbuhan ekonomi bagus dan inflasi juga bisa ditekan," tandasnya.(HR)