Tak Terawat, Warga Minta Makam Srikandi Nasional pocut Mirah Intan di Pugar

Warga berziarah di makam Pocut Mirah Intan

Blora, Jelang hari Pahlawan 10 Nevember puluhan warga di Blora berziarah ke makam Pejuang wanita dari Aceh, Pocut Meurah Intan Sabtu sore (9/11), yang di makamkan disebuah makam keluarga Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Puluhan warga Desa Temurejo, Kecamatan Blora itu berharap Pemerintah memperhatikan makam Pahlawan tersebut, seperti makam pahlawan lainya yakni makam RA Kartini yang berada di Rembang.

Salah satu warga bernama Ana Matofani (50) mengungkapkan agar pemerintah memperhatikan makam Pocut Meurah Intan,  ia ingin makam itu, dipugar agar masyarakat tahu ada Pahlawan di makam Teagal Sari tersebut.

"Saya berharap pemerintah mau memperhatikan makam pahlawan wanita dari Aceh ini, seperti makam Pahlawan wanita lainnya", kata Ana usai ziarah.

Potcut Meurah Intan adalah salah satu pahlalwan wanita berasal dari Aceh, yang melawan Belanda saat itu, ia di juluki Srikandi Nasional dari tanah Rencong.

Ia berjuang saat perang Belanda di Aceh meletus sejak tahun 1873, hingga sampai ke Pulau Jawa dan meninggal di jawa tengah dimakamkan di makam keluarga R. Ng. Donopuro Desa Temurajo (Tegal Sari)

Cucu panglima Mahmud yang setia  mengawal Pocut Meurah Intan hingga ke Pulau Jawa bernama Sugeng Waluyo, menceritakan perjuangan Srikandi Nasional dari tanah Rencong ini ,berjuang melawan Belanda dan di buang ke Blora Tahun 1901.

"Pocut Meurah Intan merupakan pejuang wanita dari Aceh ,saat melawan Belanda ,ia di tangkap, di buang di Blora tahun 1901 dan meninggal di Blora", ungkap Waluyo.

Jenasah Pocut dimakamkan di Makam Tegal Sari sedangkan Panglima Mahmud di makamkan di makam umum Butoh Kunden.

"Saya berharap pemerintah pusat ,Provinsi maupun Kabupaten Blora bisa mengahargai perjuanganya, dan makam Pocut meurah Intan bisa di bangun layaknya pahlawan Wanita seperti yang lainya", pungkasnya (HR)



0 komentar:

Posting Komentar