OK Oce Forever Mulai Merambah di Blora



Amalia Dwi Sekum OK Oce Jakarta Pusat memberiakan materi


BLORA, OK Oce mulai merambah ke Daerah, salah satunya di Kabupaten Blora Minggu pagi (29/9) di Aula rumah makan Mr. Gren Desa Seso, Kecamatan Jepon.

Acara yang di prakarsai oleh seorang tokoh pemuda dari Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan bernama Sudarwanto, ini mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Blora, belajar melalui OK Oce.

Ia mengatakan ingin mengajak kaum melenial  sebagai pelaku UMKM yang ada di Blora memperluas usahanya agar menjadi UMKM yang naik kelas.

"Ini jamanya era digitalisasi, saya ingin mengajak pelaku UMKM yang ada di Blora bisa memnafaatkanya, agar jadi UMKM yang naik kelas, " Kata Sudarwanto.

OK Oce atau One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship adalah Sebuah program Pengembangan wirausaha melalui digital, yang di gagas Salahudin Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta waktu itu, kemudian di jadikan visi misi Sandiaga  saat mencalonkan diri memjadi wakil Presiden RI di Pilpres 2019, berpasangan dengan Prabowo

Program ini telah di laksanakan Gubernur DKI Jakarta Anies Bewesdan,dan sudah berjalan di masing - masing Kecamatan yang berada di DKI. Namun sekarang ini program tersebut mulai di kembangkan skala Nasional artinya bukan lagi Oke Kecamatan, Oke Center id Entrepreneurship, namun menjadi Oke Kabupaten, Oke Center id Entrepreneurship skala Nasional di indonesia.

Hadir dalam acara tersebut sebagai nara sumber acara yang di kemas mini workshop  Strategi dan Teknik Marketing Untuk UMKM dengan tema " Menuju Ekonomi Kerakyatan Mandiri dan Berdaulat" para Entrepreneur dari pusat diantaranya.

Amalia Dwi Sekretaris Umum (Sekum) OK Oce Pusat Jakarta, M Kirom Marketing Manager PT. Mubarok Food -Kudus, Joko Mulyoko Praktisi Eksport Kayu, Lereng Candhoko Owner Bos Training Praktisi Marketing Online.

Amalia Dwi, menjelaskan keberhasilan sebuah wirausaha salah satunya adalah menjalin kemitraan, untuk menambah jaringan mengembangan usaha.

"Kemitraan ini sangat penting, supaya mereka mengenal usaha yang akan kita tawarkan, " Jelas Amalia Sekum OK Oce Jakarta Pusat.

Selanjutnya, ia ingin membentuk kepengurusan OK Oce di Blora untuk mengembangkan program OK Oce dengan tujuan menginventarisi Entrepreneurship (pewirausaha) di jadikan mitra agar bisa memberikan pendampingan. (HR)





Satlantas Polres Blora Sosialisaikan SIM A Baru

Sosialisasi Smart SIM


BLORA, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora, Jawa Tengah sosialisasikan Smart SIM . Sosialisasi Smart SIM ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke -64. (Jumat, 27/9/2019)

Launching smart SIM sendiri sudah dilaksanakan sejak Minggu (22/9/ 2019) serentak di seluruh Indonesia. Sejak saat itu  kartu SIM yang sudah lama di tunggu oleh masyarakat, karena keterlambatan blangko SIM mulai diserbu.

"Ya, kami sedang sosialisasikan Smart SIM,
yang punya banyak manfaat bagi penggunanya, "Jelas Kasat Lantas AKP Edy Sutrisno

Lebih lanjut ia menjelaskan, Smart SIM ini memiliki banyak manfaat, diantaranya berisikan chip yang merekam identitas dan data forensik pemilik kartu, menyimpan beberapa nomer orang terdekat pemilik kartu, serta berfungsi sebagai uang elektronik dengan makainmal nominal Rp. 2juta, yang bisa di gunakan untuk pembayan tol, kereta api, belanja dan lainya.

"Jadi pemilik SIM nanti bisa mengisi e-tol langsung di SIM A, bagi yang belum punya kartu e-tol SIM A bisa digunakan untuk e-tol, " Kata AKP Edi Sutrisno

Salah satu warga yang mengurus SIM A baru mengatakan sangat terkesan dengan SIM baru yang di luncurkan oleh Satlantas.

"Bagus, saya suka dengan SIM baru ini banyak manfaatnya, seperti ATM bisa untuk belanja dan bayar e-tol," Ungkap Happy warga Ngawen. (HR)



Buron Kasus Narkoba 5 Bulan Lalu, di Ringkus Kejari

Tersangka Tri Cahyono Jati saat diglandang di Kantor Kejari Blora

BLORA-  Seorang buronan kasus Narkoba 2016 ,di ringkus tim gabungan Intelejen Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora dan Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Blora Kamis pagi (26/9) di kediaman orang tuanya Desa Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Ia mejadi buronan selama 5 bulan saat hendak di ekskusi pada Mei 2019 lalu

Diketahui buronan tersebut bernama Tri Cahyono Jati (32) warga desa Cabak Kecamatan Jiken.

Pada bulan Desember 2016 lalu, berdasarkan dakwaan Pasal 111 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, oleh Pengadilan Negeri Blora, ia divonis bebas,

Padahal ia terbukti memiliki 1 paket ganja, 1 pace kertas papier merk ocm premium, 1 bungkus tembakau arab disimpan dalam plastik bening.

Pihak Kejari Blora kemudian melakukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) RI, berdasarkan surat putusan MA RI nomer 227 K / Pid. SUS /2018 tanggal 09 September 2017 lalu, MA memutuskan Tri Cahyono Jati bersalah dan dikenakan hukuman 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp. 800.000.000.

Mendengar putusan tersebut terdakwa Tri Cahyono Jati sempat melarikan diri ke luar Jawa ,yakni ke Palangkaraya dan bekerja disana.

Tim intelejen Kejari dan Satnarkoba Rabu malam (25/9) mengendus keberadaan Tri Cahyono Jati pulang ke rumah orang tuanya di Desa Ngelo, Kecamatan Cepu, dan Kamis pagi (26/9) berhasil meringkus dan membawanya ke Kejari Blora.

"Ya, tim intelejen kami di bantu Satnarkoba Polres Blora pagi tadi telah meringkus buron Narkoba, " Kata Kepala Kejari Blora I Made Sudiatmika di Kantor Kejari Blora (Kamis, 26/9/2019)

Menurutnya, pihak Kejari sebelunya sudah melanyangkan surat pemberitahuan putusan MA ke pengacaranya dan ke rumah tersangka namun ia tidak di rumah.

"Kami sudah mengirim surat pemberitahuan kerumahnya, dan ke pengacaranya ," Ujar Kepala Kejaksaan Negeri Blora  I Made Sudiatmika

I Made juga menjelaskan penangkapan tersangka baru dilakukan sekarang, karna sebelumnya keberadaan tersangka tidak dirumah.

Pada saat tersangka di tangkap di rumah orang tuanya, ia tidak melakukan perlawanan. Usai dilakukan pemerikasaan di ruang staf intelejen, tersangka di jebloskan ke Rutan Blora.(HR)

PWI dan Polres Blora Ajak Masyarakat Blora Perangi Radikalisme dan Terorisme

Tokoh FKUB bertanya kepada Narsum 

BLORA, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Polres Blora menggelar Sarasehan lintas agama, Pelajar dan tokoh masyarakat dalam rangka menangkal masuknya paham radikalisme dan terorisme Kabupaten Blora, di gedung Arryaguna Mapolres Blora, Selasa (24/9).

Hadir dalam kegiatan itu, Kasat Binmas Polres Blora, AKP Slamet Riyanto, Komandan Intel Kodim 0721/Blora, Letda Arm Gunawan Hendro, FKUB Blora, KH Ishad Shofawi, Takmir masjid hingga sejumlah pelajar di Kabupaten Blora.

Ketua PWI Blora, Wahono dalam sambutannya mengatakan tema ini sengaja diambil karena muncul satu persepi jika penganut paham radikal adalah mereka yang berjenggot dan memakai celana pendek.

"Jadi ini yang perlu diluruskan, karena di Blora muncul satu persepsi, mereka yang berjenggot dan memakai celana cingkrang (pendek) disangka penganut radikalisme, ini kan tidak benar", kata Wahono.

Melalui kegiatan ini, Wahono mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas yang telah terbangun di Kabupaten Blora. Dirinya pun menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan.

"Situasi kondusif yang ada mari kita jaga bersama. Kami PWI Blora ingin mengajak masyarakat terus menjaga kedamaian. Walaupun kami wartawan tapi kami ingin Blora tetap damai", ujarnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Blora, AKP Slamet Riyanto menyebut jika akar dari munculnya aksi terorisme diawali dengan berkembangnya paham radikal. Sifat radikal ini lebih mengedepankan kekerasan dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada.

"Radikalisme dapat diartikan sebagai sifat fanatisme yang sangat tinggi terhadap agama. Mereka mengajak dengan cara kekerasan agar orang lain mengikutinya. Di Indonesia meningkatnya radikalisme ditandai dengan berbagai aksi kekerasan dan teror", jelas AKP Slamet.

Dalam sarasehan ini juga hadir 6 pelajar asal Papua yang sekolah di SMA Katholik Wijayakusuma Blora.
(HR)

Blora Bumi Samin Menjadi Icon, Indonesiana Tahun 2109


Dra. Triana Wulandari, MSi memukul gong sebagai tanda di mulainya Indonesiana di Blora .(ft. Dok. Cerita dari Blora) 


Blora, "Blora bumi samin" dijadikan icon Indonesiana tahun 2019, ini di ungkapkan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dra. Triana Wulandari, M.Si saat membuka secara resmi platform Indonesiana Cerita Dari Blora (CDB) 2019 di stadium seni budaya Tirtonadi, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (19/9/2019).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong disaksikan oleh Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M.Si, Sekda Blora Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Slamet Pamuji, SH, M.Hum, pimpinan DPRD Blora, tokoh Samin dan unsur Forkopimda lainnya.

"Indonesiana tahun ini, kabupaten Blora sudah membuktikan Blora luar biasa," kata Direktur Sejarah Dra. Triana Wulandari, M.Si.

Pertunjukan seni tari usai acara opening ceremony (dok. Cerita dari Blora)

Dirjen ingin menciptakan satu ekosistem kebudayaan, tata kelola yang baik dan yang paling penting adalah ada kegotongroyongan dan menciptakan ruang budaya inklusif, lanjutnya.

Indonesiana 2019 ini, betul-betul lahir dari komunitas rakyat Blora, yang didukung oleh pemerintah Kabupaten dan Dirjen Kemendikbud. Sehingga acara ini bisa sukses.

Menurut Triana Wulandari, Platform Indonesiana sekarang ini, di beberapa wilayah di Indonesia, baik Kabupaten/Kota maupun provinsi semakin menggeliat.

“Dirjen mengatakan, kebudayaan itu bagaikan harta karun, yang dipunyai masing-masing Kabupaten /Kota, dan harus di uri-uri (dilestarikan), harus dikelola dengan baik, agar dapat menjadikan satu aliran darah atau DNA,” ujarnya.

Harapannya apabila Dirjen Kebudayaan pusat sudah tidak lagi bersama,hal seperti ini bisa  tetap hidup dan terus berkelanjutan. Ini yang sebenarnya menjadi cita-cita besar dari platform Indonesiana.

"Saya yakin Blora bisa,karena sudah dua kali melaksanakan Indonesiana,” katanya.

Di tahun sebelumnya Indonesiana menyentuh Cerita dari Blora, dengan mengangkat tentang nama besar dan  kehebatan seorang sastrawan asal Blora, pramudya Ananta Toer, yang menghasilkan karya-karya luar biasa yang sudah mendunia.

Karya-karya Pramoedya Ananta Toer, selalu terus dicari. Ini bisa menjadi salah satu destinasi budaya, yang ada di Kabupaten Blora.

Potensi budaya di Kabupaten Blora yang lain, berupa seni barongan, sedulur sikep samin yang mengandung nilai-nilai yang mungkin sangat konsisten untuk masa sekarang.

Nilai-nilai Sedulur Sikep Samin yang ada di Blora maupun di tempat lain, pada intinya hampir sama, yakni bagaimana bersahabat dengan alam.

Ketika bencana alam datang, kita mungkin perlu belajar dari Sedulur Sikep Samin, betapa mereka bersahabat, betapa mereka menjaga lingkungannya dengan luar biasa.

"Kita pantas untuk berguru dengan nilai-nilai yang hidup dalam kearifan-kearifan lokal pada masyarakat Samin,” terangnya.

Selain itu, Blora dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah,  seperti hutan jati, minyak, berbagai megalitiknya, yang mungkin belum digali.

“Itu bisa sebagai pusat destinasi yang sangat luar biasa. Saya kira, nanti kalau kerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) semua situs-situs yang belum terinventaris, di dalam hutan ataupun sungai banyak sekali tinggalan megalitik yang belum di inventarisir,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar Kabupaten Blora menjadi kota budaya seperti yang dicita-citakan. Belum kulinernya, ada kopi santan , ada garang asem, soto klethuk dan kesenian wayang krucil.

“Sejak Rabu lalu (4/9/ 2019), Indonesiana sudah berlangsung, ada workshop tentang penulisan cerpen sejarah, yang tadi juaranya sudah diberikan apresiasi luar biasa. Selamat untuk adik-adik,” ungkapnya.

Menurutnya, di sinilah DNA bersastra yang sebetulnya, sehingga pantas kalau seluruh masyarakat di sini fasih bersastra.

"Jangan kaget kalau lima tahun kedepan, Kabupaten Blora bisa mengalahkan Kabupaten lain, yang sudah maju kebudayaannya, ” terangnya.

Diharapkan, di bawah asuhan Bupati dan Wakil Bupati Blora, komunitas yang ada terus hidup, karena di sinilah denyut nadi, nafas kebudayaan.

Pada kesempatan tersebut Direktur Sejarah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada Pemkab Blora tentang Samin.

Sebelum seremonial pembukaan dimulai, aneka seni pertunjukan ditampilkan seperti wayang kulit yang dikolaborasikan dengan seni barongan dan pencak silat (konto) khas Blora.

Usai seremonial dihelat seni pertunjukan wong peniten dari ISI Surakarta berkolaborasi dengan seniman dan LKP Merpati serta seniman Blora.

Sebagai acara paling pungkas joget tayuban tampil mengundang perhatian komunitas budaya. Cerita dari Blora tahun 2019 mengambil tema merajut kearifan Sedulur Sikep.(HR) 

Ratusan pendukung Riza Yudha, penuhi Gedung PDIP

Riza Yudha saat jumpers ,usai menyerahkan Formulir pendaftaran

Blora, Puluhan pendukung Riza Yudha salah satu kandidat bakal calon Bupati Blora 2020, melalui PDIP Sabtu siang (21/9) penuhi gedung DPC PDIP Blora. Mereka mengiring Riza Yudha mengembalikan formulir pendaftaran.

Riza Yudha adalah kader PDIP pusat yang bekerja sebagai asisten staf khusus Presiden RI, ia berasal dari Blora bertekad pulang ke Blora ingin membangun Blora.

Seperti tokoh politik lainya ia mendaftar sebagai Bacabup Blora 2020 melalui partai bergambar banteng moncong putih, karena partai tersebut tahun ini menjadi pemenang di Pemilu Legislatif 2019.

Ia sangat serius dalam mendaftar terbukti persyaratan yang diminta oleh DPC PDIP Kabupaten Blora, ia penuhi semua tanpa ada yang kurang.

"Harus serius dong, sebagai kader partai politik PDIP kalau sudah berani maju ya harus menang, " Ungkap Riza Yudha usai menyerahkan berkasnya. (Sabtu, 21/9/2019)

Riza Yudha diterima Dasum ketua DPC PDIP Blora

Sebanyak kurang lebih 250 orang pendukung Riza Yudha berasal dari relawan yang kemarin pernah di bentuk saat Pilkada Gubernur Jawa Tengah, dan Pemilu Presiden 2019.

Ada Relawan Jateng Gayeng Ganjar Pranowo, relawan Pro Jokowi (PROJO), dan Gerakan Jalan Lurus (GJL) dari Pati.

Mereka semua mengenakan kaos hitam di dadanya bertuliskan Riza Yudha, sambil meneriakan yel -yel "Riza Yudha".

Sementara itu ketua DPC PDIP H. Dasum mengatakan sampai hari ini sudah ada 7 Bacabup yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Sedangkan batas waktu pengembalian formulir pendaftaran tinggal 1 hari lagi Minggu besuk (22/9)

"Dari 7 Bacabup yang mengembalikan formulir pendaftaran, hanya Riza Yudha yang sudah komplit sesuai persyaratan," Jelas Dasum .

Menurut Dasum masih ada waktu untuk memperbaiki berkas yang kurang, dan dari 10 pendaftar di PDIP semuanya mendaftar di posisi Blora 1, belum ada yang mendaftar di Blora 2, namun nanti keputusan ada di PDIP pusat. (HR)

Warga Serbu Air Bersih, Bantuan dari PT Semen Gresik

Warga berterima kasih kepada PT Semen Gresik dengan mandi bersama

Rembang, Kekeringan yang di alami warga Dukuh Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, mengakibatkan konflik antar Desa. Mereka saling berebut air bersih dengan warga Desa Waru Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Namun dItengah ketegangan yang dialami ke dua Desa dari Kabupaten yang berbeda, ini, PT. Semen Gresik melalui Progam Corporate Social Responsibility (CSR), benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka,

Impian warga agar ada solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih yang selama bertahun-tahun dialami akhirnya terwujud, Lberkat dibangunnya sebuah tandon air bersih di Desa Kajar, Potensi terjadinya konflik yang dipicu “rebutan” air antara warga Dukuh Wuni dengan penduduk Desa Waru Kecamatan Jepon Kabupaten Blora juga bisa diredam.

Maemunah (39), langsung membuka ikat rambutnya saat kran air bersih dari bak tandon yang dibangun PT Semen Gresik mengucur dengan deras. Lalu sembari berdiri tepat di bawah kran tersebut, ia pun membasahi rambutnya yang panjang dan hitam. Karena derasnya guyuran air, hanya dalam hitungan detik, baju yang dipakainya langsung basah kuyup.

Kapolres Rembang  dan Jajaran Pimpinan PT Semen Gresik Foto bersama sambil bantu warga 

“Ini ibarat impian yang menjadi kenyataan. Airnya jernih, tidak berbau dan sangat layak konsumsi. Ini yang kami tunggu selama bertahun-tahun,” ucap Maemunah dengan mata berkaca-kaca.(Kamis, 20/9/2019)

Aktivitas serupa juga dilakukan perempuan, laki-laki hingga anak-anak warga Dukuh Wuni Desa Kajar lainnya. Meski terik mentari terasa menyengat, namun tak menyurutkan antusiasme warga menikmati guyuran air bersih dan melimpah yang sumbernya berasal dari Goa Manuk dengan kedalaman lebih dari 200 meter yang ada di Dukuh Wuni.

Selain “mandi bersama”, warga juga mengekspresikan kegembiraannya dengan menggelar syukuran bersama di areal sekitar mulut Goa Manuk. Warga membawa berbagai jajanan tradisional, hasil bumi, serta nasi ayam ingkung untuk dinikmati secara bersama-sama.

Warga secara khusus juga mengundang pihak Semen Gresik karena dinilai berperan penting menghadirkan solusi permanen untuk mengatasi persoalan air bersih di kawasan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Blora tersebut.

“Maturnuwun Semen Gresik. Meski saat ini kemarau tapi insyaallah warga Dukuh Wuni tak akan lagi kekurangan air bersih,” ujar Kepala Desa Kajar, Sugiyanto.

Warga Dukuh Wuni memang akrab dengan krisis air bersih, terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini. Dulu, mereka terpaksa berjalan kaki sembari memanggul jeriken sekitar 1,5 kilometer untuk mengambil air bersih yang sumbernya terletak di Desa Waru, Blora.

Tahun 2016, PT Semen Gresik berupaya mencarikan solusi terkait persoalan itu. Caranya air bersih dari mata air di Desa Waru dialirkan melalui pipa dan ditampung di bak tandon yang dibangun di Dukuh Wuni. Warga Dukuh Wuni tinggal mengisi jeriken dan membawanya pulang ke rumah.

Namun belakangan muncul “gesekan” antara warga Desa Waru dan Dukuh Wuni. Pangkal persoalannya, warga khawatir debit mata air Desa Waru kian menipis, terlebih saat musim kemarau. Sehingga jika terus dialirkan melalui pipa ke Dukuh Wuni maka warga Desa Waru khawatir justru tidak kebagian air bersih.

Semen Gresik turun tangan lagi mencarikan solusi permanen. Akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) digandeng untuk mengatasi masalah ini. Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya ditemukan sumber air di dasar Goa Manuk yang jaraknya dengan pemukiman warga lebih dari 200 meter.

Namun hal itu tak menyurutkan langkah perusahaan persemenan terkemuka ini. Untuk  memastikan debit air dan kelayakan sumber air tersebut, tim dari Semen Gresik turun langsung ke dasar goa. Setelah melewati lubang goa yang sempit, turunan tajam, licin dan minim oksigen akhirnya tim tersebut sampai di mata air tersebut.

Setelah dipastikan layak konsumsi dan debitnya cukup, akhirnya Semen Gresik memulai kegiatan pemanfaatan mata air tersebut untuk warga Dukuh Wuni. Kegiatan yang dimulai pertengahan Agustus 2019 itu menelan dana hampir ratusan juta yang bersumber dari anggaran progam CSR Semen Gresik.

Kegiatan berupa pembuatan bak tampung dengan kapasitas 20 ribu liter di dasar goa, pemasangan pompa, pipanisasi hingga pembangunan tandon berkapasitas 4000 liter di kawasan pemukiman warga Dukuh Wuni. Bak tandon baru ini melengkapi bak tandon lama berkapasitas 5.500 liter yang sebelumnya juga sudah dibangun Semen Gresik.

Tak hanya itu, juga dibangun anak tangga dan pegangan besi dari mulut goa hingga titik mata air di dasar goa. Upaya ini dilakukan agar aktivitas perawatan dan pemanfaatan sumber air itu tak lagi terkendala sulitnya medan menuju sumber air bersih tersebut.

“Alhamdulillah saat musim kemarau saja debit airnya besar dan stabil, apalagi kalau musim hujan. Ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seluruh warga Dukuh Wuni. Bahkan bisa juga untuk irigasi pengairan,” jelas Sugiyanto.

Karena melimpah, kata Sugiyanto rencananya air tersebut juga akan dialirkan ke Desa Waru Kecamatan Jepon dan Dukuh Kembang, Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo, Blora. Pemanfaatan air dari sumber Goa Manuk ini nantinya akan dikelola oleh BUMDes Kajar. Hasilnya akan digunakan untuk menunjang pembangunan di Desa Kajar.

Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin mengatakan progam air bersih yang dijalankan jajarannya sudah dilakukan sejak 2016. Sasarannya kawasan sekitar perusahaan, baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora. Total anggaran yang sudah dikucurkan untuk progam mengatasi krisis air bersih ini lebih dari Rp6,4 miliar. Sedang penerima manfaat progam itu mencapai ribuan warga.

“Air adalah sumber kehidupan. Oleh karena itu, Semen Gresik akan terus berkomitmen membantu warga mengatasi persoalan air bersih,” tandas Syaichul Amin. (HR)

Jaksa Masuk Sekolah Terus di Geber Kejari Blora

Kasi Intelejen Kejari Blora sedang memberikan penyuluhan. 

Blora, Jaksa Masuk Sekolah (JMS) terus digeber Kejari Blora, kali ini menyasar SMK Bhakti Mulia yang berada di Desa Seso Kecamatan Jepon, pada Kamis pagi (20/9).

JMS  merupakan salah satu program dari Kejari Blora melalui Kasi Intelejen. JMS ini terus dilakukan ke Sekolah SMK /SMA di Kabupaten Blora, guna melaksanakan penyuluhan hukum sejak dini kepada siswa.

Kasi Intelijen Kejari Blora, M. Adung, SH. selaku ketua Tim Program JMS mengatakan program ini dilakukan karena akhir -akhir ini banyak sekali pelanggaran hukum yang di lakukan oleh para Siswa.

"Ya,kami ingin melalui program JMS ini, agar siswa -siswi tahu akan akibat hukum, dan mencegah secara dini atas perbuatan yang bisa menimbulkan akibat hukumnya, " Jelas Adung panggilan akrab Kasi Intelejen.(Kamis, 20/9/2019)

Penyuluhan hukum yang diberikan tim JMS di antaranya penyalahgunaan Narkotika, kenakalan remaja serta melakukan Bullying yang akhir - akhir ini sering terjadi di sekolah sekolah.

"Program ini akan terus menerus kami lakukan di SMA /SMK, agar di Kabupaten Blora terhindar dari kejahatan remaja, paling tidak bisa melakukan pencegahan secara dini, " Tambahnya.

Tim JMS Kejari Blora sendiri terdiri beberapa orang, diantaranya M. Adung, SH dan Lilik Sugiyanto, SH. Mereka tak henti hentinya turun ke sekolah menengah lanjutan, untuk berbagi informasi di bidang Hukum kepada siswa siswi.

Di harapkan agar para siswa siswi dapat mengenali hukum dan menjauhi hukuman.(HR) 

Goa Terawang Menjadi Salah Satu Obyek Foto Tim Trip Hunting Fuji Film

Pemandan di dalam Goa saat sinar matahai masuk melalui lubang /Terawang

BLORA, Destinasi wisata alam Goa Terawang, yang terletak di kawasan hutan petak 45c Resort Pemangkuan Hutan ( RPH ) Jembangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH ) Kalonan, KPH Blora yang masuk wilayah Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, dijadikan salah satu obyek foto tim Trip Hunting Fuji Film Sabtu pagi (14/9)

Sejumlah 22 orang tim Trip Hunting Fuji Film dari 6 kota yakni Semarang, Salatiga, Jojakarta, Solo, Bandung dan Jakarata,yang datang ke Blora untuk mengambil gambar wisata alam disambut oleh wakil Bupati Blora Arief Rohman.

Arief Rohman dan tim Trip Hunting menikmati kuliner nasi pecel daun jati

Mereka di antar sendiri oleh Arief Rohman dan Perum Perhutani KPH Blora menuju Goa Terawang untuk pengabilan gambar.

Sesampai di lokasi Goa Terawang mereka tampak senang, karena waktunya tepat, sinar matahari terlihat indah menerobos diantara dedaunan hutan Jati.

Mereka langsung mengabadikan momen tersebut, di tambah monyet yang bergelantungan menjadikan pemandangan di Goa Terawang semakin hidup.

Ari Ampibiya ,ketua rombongan tim Trip Hunting Fuji Film tampak sangat puas dengan pemandangan wisata alam Goa Terawang.

Ia sangat berterimakasih kepada Pemkab Blora dan Perum Perhutani KPH Blora yang telah membantu kelancaran pengambilan gambar, dan mengijinkan wisata alam Goa Terwang menjadi obyek pengambilan gambar.

"Sangat puas, dengan pengambilan gambar disini, pemandanganya bagus dengan sinar yang tembus ke Goa,gambar ini akan kami bantu viralkan di Media soaial, " ungkap Ari Ampibiya usai melakukan pemotretan.(Minggu, 15/9/2019)

Wakil Bupati Blora Arief Rohman,mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dan  Ir. Afwandi selaku Adminitratur (Adm) KPH Blora, menyambut baik kedatangan rombongan tim Trip Hunting Fuji Film,ia berharap kedatangan mereka bisa membantu memamerkan wisata alam Goa Terawang ke wisatawan lainya.

"Semoga dengan kedatangan tim Trip Hunting Fuji Film ini, bisa membantu mempromosikan potensi wisata di Blora, agar semakin banyak yang dolan ke Blora, "Harap Arief Rohman kepada rombongan.

Perlu di ketahui, Goa Terawang adalah merupakan salah satu wisata alam yang mempunyai daya tarik tersendiri ,dimana pada Goa tersebut di bagian atasnya terdapat 5 lubang/terawang.

Pada jam tertentu , sinar matahari masuk melalui celah dedaunan hutan Jati, sehingga menjadikan pemandangan didalam Goa tampak sangat indah, yakni sekitar pukul 09. 30 - 11.00 wib, dan pukul 14.00 - 15.30 wib.

Usai melakukan pemotretan tim Trip Hunting Fuji Film diajak menikmati kuliner nasi pecel dengan piringnya daun jati, yang merupakan salah satu khas kuliner Blora.

Tidak mau ketinggalan Adm Perum Perhutani KPH Blora Afwandy juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rombongan yang telah sudi singgah di wisata alam Goa Terwang yang berada di wilayahnya.

" Semoga kedepan Goa terawang, bisa lebih di kenal oleh masyarakat luas, sehingga banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan Goa Terawang". Kata Afwandy .(HR) 

PASI Blora Gondol 8 Emas di Kejurprov Jateng 2019


Aminudin jalan cepat 5000 meter putra U 16 menerima medali emas

Blora, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Blora,akhirnya bawa pulang 8 Emas, 3 perak dan 6 perungu pada kejuaraan grand final tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara yang selenggarakan PASI Jawa Tengah di lapangan atletik Tri Lomba Juang Semarang,di ikuti 35 PASI se Jateng.

Perlu di ketahui PASI Blora pada Jumat (13/9) lalu memberangkatkan 21 atlit atletik yang diberangkatkan langsung oleh ketua umum Koni Blora Hery Setiyono yang sekaligus sebagai pelatihnya.

Hery Setiyono yang menargetkan 7 Emas di akhir pertandingan sudah terpenuhi bahkan bisa melebihi target.

"Target saya 7 emas ,namun kami bersyukur dan bangga dapat 8 emas artinya target awal saya sudah terpenuhi," ungkap Hery Setiyono usai pertandingan (Minggu, 15/9/2019)

Dalam Pertandingan grand final Atletik se Provinsi Jawa Tengah PASI Blora berada di peringkat 2, di bawah kota Salatiga dengan perolehan medali 10 Emas, 14 perak dan 9 perunggu, sedangkan peringkat 3 diduduki PASI Kota Surakarta dengan 6 Emas ,5 perak dan 5 perunggu.

Sebelumya,pada pertandingan hari pertama Sabtu kemarin (14/9) Pasi Kabupaten Blora sudah mengumpulkan sebanyak 5 emas 2 perak dan 4 perunggu .

Emas pertama diperoleh Revalina Fatiya (12) lari 1000 meter Putri di kelas U 13 dengan catatan waktu 3,21 menit mengalahkan Salatiga sama magelang.

Di susul emas ke 2 Laila Salsabila lari 800 meter putri di kelas U 16, Adelia Lola M lompat jauh putri di kelas U 16, serta Maria Rosalia tolak peluru putri dan lempar cakram putri kelas U 16.

2 perak diperoleh Adi Dwi Candra tolak peluru putra kelas U 18 dan Maria Rosalia lempar martil putri kelas U 16.

Sedangkan 4 perunggu diperoleh Adelia Lola M lari 200 meter putri kelas U 16,Eka Triamita lompat jauh putri U 13, Mohammad Andromeda lari 1000 meter putri kelas U 13 dan Azizah lari 1000 meter putri di kelas U 13.

Hari berikutnya Minggu (15/9) PASI Blora menambah 3 medali Emas, 1 perak dan 2 perunggu.

3 Emas dipersembahkan oleh Aminudin Jalan cepat putra 5000 meter di kelas U 16,
laila Salsabela 1500 meter putri kelas U 16, Wiwik Nivitasari jalan cepat putri 3000 meter U 16,

sedangkan 1 perak diperoleh  Maudra Safa jalan cepat 3000 meter putri U have 16,  serta 2 perunggu oleh Adelia Lola lari 200 meter putri kelas U 16 ,dan Adi Dwi Candra lempar cakram putra kelas U 18.

Jumlah secara keseluruhan PASI Blora membawa pulang sebanyak 17 medali dan berada di peringkat 2 se Provinsi Jawa Tengah.  (HR)





Puluhan Atlit Atletik Kabupaten Blora Ikuti Kejuaraan Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Revalina Fatiya menorekan emas pertama lari 1000 meter putri kelas U 13

Blora, Sebanyak 21 atlit atletik Cepu Kabupaten Blora, mengikuti kejuaraan grand final tingkat Provinsi Jawa Tengah di lapangan atletik Tri Lomba Juang Semarang. Mereka berangkat dari Cepu Jumat siang (13/9) kemarin.

Ke 21 atlit atletik diberangkatkan langsung oleh ketua umum Koni Blora Hery Setiyono yang sekaligus sebagai pelatihnya.

"Target saya 7 emas harus bisa di bawa pulang,"ungkap Hery Setiyono sebelum memberangkatkan atlit kemarin (Sabtu, 14/9/2019)

Pertandingan grand final Atletik se Provinsi Jawa Tengah dibagi 3 kategori U 13, U 16 dan U 18. Pertandingan dilaksanakan selama 2 hari Sabtu (14/9) hingga Minggu (15/9).

Di hari pertama pertandingan Sabtu pagi hingga sore tadi, Kabupaten Blora sudah mengumpulkan sebanyak 5 emas 2 perak dan 4 perunggu .

Emas pertama diperoleh Revalina Fatiya (12) lari 1000 meter Putri di kelas U 13 dengan catatan waktu 3,21 menit mengalahkan Salatiga sama magelang.

Di susul emas ke 2 Laila Salsabila lari 800 meter putri di kelas U 16, Adelia Lola M lompat jauh putri di kelas U 16, serta Maria Rosalia tolak peluru putri dan lempar cakram putri kelas U 16.

2 perak diperoleh Adi Dwi Candra tolak peluru putra kelas U 18 dan Maria Rosalia lempar martil putri kelas U 16.

Sedangkan 4 perunggu diperoleh Adelia Lola M lari 200 meter putri kelas U 16,Eka Triamita lompat jauh putri U 13, Mohammad Andromeda lari 1000 meter putri kelas U 13 dan Azizah lari 1000 meter putri di kelas U 13.

"Pertandingan masih satu hari lagi, mudah mudah besuk bisa menambah medali emas sesuai target awal, " Pungkas Hery Setiyono usai pertandingan sore tadi. (HR)



Pelajar Papua Tampilkan Tari Perdamaian di Acara Puncak Tasyakuran HUT ke 71 Polwan.


Tarian Perdamaian oleh pelajar Papua

Blora,Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke 71 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia di Kabupaten Blora, dimeriahkan dengan tarian perdamaian oleh pelajar Papua yang berada di Blora. Acara diadakan di halaman depan Mapolresta, Jumat malam (13/9).

Malam Puncak Tasyakuran Hari Ulang Tahun Ke 71 Polwan RI malam ini mengambil tema " Dengan Semangat Promoter, Pengabdian Polwan Untuk Masyarakat, Bangsa Dan Negara".

Tampak suasana meriah mewarnai acara tersebut,anggota Polwan Polres Blora mengenakan pakaian adat berbagai daerah se-Indonesia.

Kebhinekaan terlihat sangat kental dirasakan, di tambah kehadiran para pelajar Papua Blora, yang ikut tampil dalam kegiatan tersebut.

Di tengah acara, Kapolres Blora AKBP Antonius Anang,S.I.K.,M.H di dampingi ketua Bhayangkari cabang Blora Erica Anang memotong tumpeng ulang tahun Polwan, dan menyerahkan kepada saenior Polwan Iptu Sih Marni.

Dalam sambutannya Kapolres Blora mengucapkan selamat ulang tahun ke 71 kepada Polwan, ia berharap semoga Polwan Polres Blora, ke depan semakin berprestasi dan bisa menjadi kebanggan Polres Blora.

"Kepada Polwan saya ucapkan selamat ulang tahun, semoga Polwan Polres Blora Makin berprestasi," Ucap Kapolres Blora AKBP Antonius Anang (13/9/2019)

Tugas Polwan itu berat, dimana selain sebagai Polisi, Polwan juga sebagai istri dan ibu rumah tangga, ia berharap para Polwan dapat memberikan prestasi kepada Polres Blora,lanjutnya.

Acara semakin meriah ketika para pelajar Papua menampilkan tari perdamaian dan saat tari Sajojo di mainkan tamu undangan ikut hanyut bergoyang menyanyikan lagu khas Papua tersebut.

Saul Ayomi, salah satu pelajar asal  Papua yang ikut menampilkan tari perdamaian, mengaku senang dan bangga, bisa ikut tampil dalam malam puncak HUT ke 71 Polwan Polres Blora bersama kawan - kawanya.

"Kami senang dan bangga bisa tampil di sini, keluarga Polres Blora sangat bersahabat, serasa kitorang di kampung papua sendiri," Kata Saul usai menari.

Saul menceritakan bahwa tari perdamaian ini menggambarkan tentang Merah Putih yang menyatukan Papua, dimana ketika ada perbedaan berbagai suku di Papua, dan Merah Putihlah yang menyatukan Papua.

"Tari Perdamaian menggambarkan persatuan rakyat Papua,bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), " Pungkas Saul.(HR) 

Warga di Kecamatan Kunduran,Serbu Bantuan Air Bersih

Warga menyerbu bantuan air bersih


BLORA- Warga Desa Buloh Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, berbondong -bondong menyerbu bantuan air bersih Kamis siang (12/09).

Bantuan air bersih itu di berikan oleh Polsek Kunduran bekerjasama dengan Pabrik Gula PT. Gendis Multi Manis (GMM) Bulog Todanan.

Sebanyak 10 Tangki air bersih dari PG PT. GMM Bulog yang berada di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, di berikan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga sekitar yang kekeringan.

Ini merupakan salah satu program CSR dari PG PT. GMM Bulog, 10 tangki bantuan air bersih yang dialokasikan ini ,akan disalurkan terus secara bertahap.
Iptu Lilik dan Dirut Op Ihsan membantu warga 

"Kami berkomitnen untuk bisa berkontribusi dalam membantu masyarakat yang memang sedang kesulitan air bersih. Apalagi, air merupakan sumber kehidupan utama,”  kata Ihsan selaku Direktur Operasional PT GMM (Kamis, 12/09/2019)

Sementara itu Kapolsek Kunduran Iptu Lilik Eko, mengatakan musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Blora mengakibatkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kunduran mengalami kekeringan.

Ia sangat mengapresiasi kepada PG PT.GMM Bulog yang telah memberikan bantuan air bersih agar bisa meringankan beban para Masyarakat sekitar.

“Terima atas kerjasamanya kepada PG PT GMM Bulog yang telah peduli terhadap lingkungan sekitar, "kata Kapolsek Kunduran Iptu Lilik Eko

Disampaikan Kapolsek, pendistribusian air bersih sudah di lakukan secara bertahap di Desa-desa yang mengalami kekeringan.

“Setelah Desa Buloh, kita juga akan salurkan bantuan ke Desa lain secara bergantian,” kata Kapolsek.

Kepala Desa Buloh, Joko menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog bersama Polsek Kunduran.

Dengan bantuan air bersih yang diberikan, bisa membantu masyarakat di desanya yang mengalami kekeringan.

“Atas nama pemerintahan desa dan warga kami mengucapkan terima kasih kepada pihak PT GMM dan kepolisian yang telah membantu air bersih yang hari ini diberikan. Bantuan tersebut sangat berguna bagi warga desa,” ucapnya. (HR)

Dua Kecamatan Belum Mendapat Medali

Petandingan Tenis meja beregu putra puyri dan ganda campuran selesai sabtu (7/9) 

BLORA- Dua kecamatan yakni Kecamatan Jati dan Japah hingga satu hari
menjelang penutupan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Blora 2019 belum
mendapatkan medali.

Menurut rencana penutupan Porkab akan dilakukan Minggu (8/9) sore di Stadion Kridosono. Beberapa nomor masih akan
dipertandingkan Minggu (8/9) pagi hingga sore. Di antaranya bulutangkis,
woodball, pencak silat, bola voli dan sepak bola.

“Sehingga Kecamatan Jati dan
Japah masih berpeluang mengisi kolom klasemen perolehan medali akhir
Porkab,” ujar Humas Panitia Porkab Blora abdul Muis.

Menurutnya, tak hanya persaingan Jati dan Japah yang berlangsung sengit untuk
menghindari juru kunci klasemen akhir, Kecamatan Cepu dan Kecamatan Blora
juga bersaing ketat meraih juara umum.

Abdul Muis mengungkapkan, hingga
Sabtu (7/9) malam kontingen Cepu untuk sementara memimpin klasemen
perolehan medali.

“Selisihnya hanya satu keping emas,” ungkapnya.

Bisa jadi Kecamatan Blora akan menggeser Cepu. Apalagi sejumlah nomor
unggulan Kecamatan Blora masih akan dipertandingkan hari ini, Minggu (8/9).
Seperti pencak silat dan woodball.

Kecamatan Cepu juga masih berpeluang
menambah emas, yakni dari cabang sepak bola. Di laga final Minggu sore,
kesebelasan Cepu akan bertanding melawan Kunduran.

“Kita tunggu saja perkembangannya nanti seperti apa,” tandasnya. (Hr)

Klasemen Sementara Perolehan Medali Porkab Blora 2019
Minggu (8/9) Pukul 04.00 wib
Kontingen Emas Perak Perunggu
1. Kecamatan Cepu 10 7 6
2. Kecamatan Blora 9 7 7
3. Kecamatan Tunjungan 2 4 1
4. Kecamatan Kedungtuban 2 2 1
5. Kecamatan Randublatung 2 1 1
6. Kecamatan Ngawen 2 - 1
7. Kecamatan Banjarejo 2 - 1
8. Kecamatan Kunduran 1 4 7
9. Kecamatan Jepon 1 1 3
10. Kecamatan Sambong 1 1 1
11. Kecamatan Bogorejo 1 - 1
12. Kecamatan Jiken - 4 1
13. Kecamatan Todanan - 1 1
14. Kecamatan Kradenan - 1 -
15. Kecamatan Japah
16. Kecamatan Jati

PP PPM Pimpinan Haji Lulung di Tolak DPP LVRI

Para petinggi LVRI tampak masih garang

JAKARTA -Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM) di tolak tegas oleh Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI). DPP LVRI tidak mengakui apapun hasil Munas X di Jakarta. Senin-Selasa (5-6/9/2019).

Sudadi, kepala Biro Humas DPP LVRI, Sabtu (7/9/2019), menjelaskan penolakan hasil Munas X PPM itu antara lain terkait Ketua Umum PP PPM.

"Saat ini,  kepengurusan PPM pusat, dan daerah sudah resmi dibekukan," jelas Sudadi

Lebih lanjut Sudadi mengatakan, dalam keterangan persnya, Ketua Umum DPP LVRI sebagai pembina utama tidak mengakui kepemimpinan Haji Abraham Lunggana (Haji Lulung) sebagai Ketum PP PPM.

Kedua, Ketua Umum telah membekukan kepengurusan PPM di tingkat pusat Hingga daerah-daerah.

Ketiga, untuk tujuan membenahi PPM, Ketum DPP LVRI meminta agar digelar Munas Luar Biasa (Munaslub).

"Ketum DPP LVRI minta digelar Musnalub PPM, sekaligus untuk membenahi organisasi kepemudaan itu," tegas Sudadi lagi.

Dari langkah yang diambil tersebut, diharapkan segera dapat mengembalikan posisi organisasi kepemudaan PPM sesuai sejarah pendiriannya.

"Organisasi kepemudaan PPM, harus dikembalikan sesuai sejarah pendiriannya," pungkas Sudadi.

LVRI Istimewa

Perlu diketahui, LVRI dibentuk pada 1 Januari 1957, namun karena beberapa pertimbangan kemudian mengalihkannya menjadi 2 Januari 1957.

Pembetukannya bertepatan dengan hari pelantikan Badan Pimpinan Pusat LVRI yang pertama oleh Presiden Soekarno, 2 Januari 1957, dan dikukuhkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 103 tahun 1957.

LVRI berkedudukan di Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta.

Persamaannya, bahwa anggota LVRI dan Organisasi Angkatan ’45, sama-sama beranggotakan pata mantan pejuang kemerdekaan RI.

Perbedaannya, Organisasi Angkatan ’45 didirikan sebagai wadah pengkajian, pengembangan dan pembudayaan jiwa, semangat perjuangan nilai-nilai ’45 tetap tertanam setiap generasi penerus Indonesia dalam mengisi kemerdekaan.

Sedangkan LVRI, diatur oleh Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 1967, yaitu tentang Veteran Republik Indonesia.

LVRI sendiri mempunyai kedudukan yang istimewa, karena berdirinya berdasar Keputusan Presiden RI.

Bahkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), pengangkatan anggota Pimpinan Pusat dan Dewan Paripurna Pusat LVRI, disahkan melalui Keputusan Presiden. K-9/

JAKARTA - Sikap tegas diambil Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI), yakni tidak mengakui apapun hasil Munas X Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM) di Jakarta, Senin-Selasa (5-6/9/2019).

Dijelaskan Kepala Biro Humas DPP LVRI, Sudadi, Sabtu (7/9/2019), penolakan hasil Munas X PPM itu antara lain terkait Ketua Umum PP PPM.

Dalam keterangan persnya, Sudadi menjelaskan, Ketua Umum DPP LVRI sebagai pembina utama tidak mengakui kepemimpinan Haji Abraham Lunggana (Haji Lulung) sebagai Ketum PP PPM.

Kedua, Ketua Umum telah membekukan kepengurusan PPM di tingkat pusat Hingga daerah-daerah.

"Saat ini,  kepengurusan PPM pusat, dan daerah sudah resmi dibekukan," tambah Sudadi.

Ketiga, untuk tujuan membenahi PPM, Ketum DPP LVRI meminta agar digelar Munas Luar Biasa (Munaslub).

"Ketum DPP LVRI minta digelar Musnalub PPM, sekaligus untuk membenahi organisasi kepemudaan itu," tegas Sudadi lagi.

Dari langkah yang diambil tersebut, diharapkan segera dapat mengembalikan posisi organisasi kepemudaan PPM sesuai sejarah pendiriannya.

"Organisasi kepemudaan PPM, harus dikembalikan sesuai sejarah pendiriannya," pungkas Sudadi.

LVRI Istimewa

Perlu diketahui, LVRI dibentuk pada 1 Januari 1957, namun karena beberapa pertimbangan kemudian mengalihkannya menjadi 2 Januari 1957.

Pembetukannya bertepatan dengan hari pelantikan Badan Pimpinan Pusat LVRI yang pertama oleh Presiden Soekarno, 2 Januari 1957, dan dikukuhkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 103 tahun 1957.

LVRI berkedudukan di Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta.

Persamaannya, bahwa anggota LVRI dan Organisasi Angkatan ’45, sama-sama beranggotakan pata mantan pejuang kemerdekaan RI.

Perbedaannya, Organisasi Angkatan ’45 didirikan sebagai wadah pengkajian, pengembangan dan pembudayaan jiwa, semangat perjuangan nilai-nilai ’45 tetap tertanam setiap generasi penerus Indonesia dalam mengisi kemerdekaan.

Sedangkan LVRI, diatur oleh Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 1967, yaitu tentang Veteran Republik Indonesia.

LVRI sendiri mempunyai kedudukan yang istimewa, karena berdirinya berdasar Keputusan Presiden RI.

Bahkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), pengangkatan anggota Pimpinan Pusat dan Dewan Paripurna Pusat LVRI, disahkan melalui Keputusan Presiden. (HR)

80 Calon Peserta Duta Wisata di Blora Ikuti Bimbingan Teknis

Calon peserta Duta Wisata mengikuti Bimtek


Blora - Sebanyak 80 calon peserta Duta Wisata di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (4/9) mengikuti Bimbingan Teknis (bimtek) di aula Dinas Pendidikan.Mereka akan mengikuti pemilihan Kakang Mbakyu Kabupaten Blora Tahun 2019.

Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) H. Slamet Pamuji, SH. M.Hum.

Pada hari pertama, Rabu (4/9), Kadinas Porabudpar H. Slamet Pamuji, SH, M.Hum menyampaikan materi Pengertian dan Peran Promosi Produk Pariwisata dalam Meningkatkan Kepariwisataan di Kabupaten Blora.

“Dalam pengembangan pariwisata di daerah, kita perlu mengenal jenis pariwisata dan potensinya. Yaitu pariwisata untuk menikmati perjalanan, rekreasi, kebudayaan, olahraga, dagang dan pariwisata untuk berkonvensi,” kata mumuk Panggilan akrab Slamet Pamuji dalam paparannya. (Rabu, 4/9/2019)

Produk pariwisata yang dimiliki oleh suatu daerah, lanjutnya, tidak akan diketahui oleh orang lain kalau tanpa promosi, sehingga promosi dianggap sebagai jembatan menuju konsumen.

“Bentuk promosi, di antaranya iklan, penjualan perusahaan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, penjualan pribadi dan pemasaran langsung,” ujarnya.

Adapun langkah promosi, kata Slamet Pamuji, yaitu promosi melalui materi cetakan seperti leaflet, brosur, booklet. Iklan di televisi, radio, media cetak, poster/baliho. Kemudian pameran, aktivitas kehumasan dan internet/home page. 

Dikatakan lebih lanjut, ada sejumlah langkah untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah, di antaranya perbaiki akses, infrastruktur dan fasilitas, gandeng investor, pilih Duta Wisata dan memanfaatkan internet.

Bimtek itu sendiri dilaksanakan selama dua hari sebagai rangkaian kegiatan pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Kabupaten Blora 2019.

Sejumlah nara sumber dihadirkan pada bimtek untuk menyampaikan materi pembekalan kepada calon peserta Duta Wisata Kakang Mbakyu Blora 2019.

Pemateri berikutnya Sutaat, S.Pd (guru) menyampaikan materi public speaking bahasa Inggris. Ety Erawati, S.Pd, M.Pd menyampaikan materi etiket dan kepribadian. Dwi Widriyanto dari Permadani Blora menyampaikan materi public speaking bahasa Jawa.

Kemudian hari kedua, Kamis (5/9/2019), Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar, Heksa Wismaningsih, S.STP, MH menyampaikan materi Kepariwisataan Blora. Artin Bayu Murti, A.Par,M.Par dosen pariwisata Unisbank Semarang menyampaikan materi peran serta generasi milenial terhadap perkembangan teknologi promosi pariwisata.

Selanjutnya, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah menyampaikan meteri peran IT dalam pembangunan  pariwisata Indonesia.

“Pada hari kedua, setelah rangkaian kegiatan pembekalan dilaksanakan seleksi tes tertulis. Pengumuman 30 Finalis Duta Wisata Kakang Mbakyu 2019 dilaksanakan, Jumat (9/9/2019). Jadi dari 80 peserta putra putri akan diseleksi menjadi 30 finalis,” jelas Heksa Wismaningsih, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar, Heksa Wismaningsih, S.STP, MH.

Ke 30 finalis Duta Wisata Kakang Mbakyu 2019 tersebut akan mengikuti serangkaian kegiatan dan acara di antaranya mengunjungi museum artefak, wisata edukasi Balong, wisata Seloparang, Sunan Pojok, praktik public speaking bahasa Inggris dan Jawa serta belajar memakai kain (jarik), tes wawancara serta uji talenta.

“Finalnya, Sabtu (14/9/2019). Dalam final nanti diumumkan 12 nominasi terbaik dan dua pasangan terbaik,” jelasnya.

13 Tim Futsal di Blora Perebutkan Medali Emas pada PORKAB Blora 2019

Tim futsal Kecamatan Jepon merupakan satu dari beberapa tim unggulan yang berpeluang meraih medali emas pertama Porkab Blora 2019.

BLORA- Sejumlah tim unggulan berpeluang meraih emas pertama di Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Blora 2019, Rabu (4/9).

Medali emas pertama itu diperebutkan dari cabang futsal yang pertandingan finalnya akan berlangsung di GOR Mustika mulai pukul 16.00 Wib.

Pertandingan futsal sudah mulai digelar Selasa (3/9). Sebanyak 13 tim dari 13 kecamatan bersaing untuk menjadi yang terbaik sekaligus berebut mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen kecamatannya.

Tiga tim kecamatan absen di cabang futsal. Ketiga tim tersebut adalah Kecamatan Todanan, Ngawen dan Tunjungan.

‘’Sangat disayangkan mengapa ketiga kecamatan itu tidak menyertakan tim futsalnya. Padahal di Todanan, Ngawen dan Tunjungan cukup banyak atlet futsal potensial,’’ kata Supriyadi,  salah seorang penonton pertandingan futsal Porkab, Selasa (3/9).

Pembukaan pertandingan futsal dilakukan Ketua Umum KONI Blora Hery Sutiyono didampingi Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinporabudpar Blora Rudy Prijanto.

‘’Kami berharap dari futsal ini muncul atlet-atlet potensial yang nantinya memperkuat Blora di event tingkat Jateng,’’ kata Hery Sutiyono.

Di cabang futsal Porkab 2019 diberlakukan batasan usia pemain, yakni di bawah usia 17 tahun atau maksimal kelahiran 2003. Tim yang kedapatan menggunakan pemain berusia lebih dari 17 tahun akan didiskualifikasi.

‘’Lantaran menggunakan pemain-pemain muda, kekuatan tim peserta pun merata. Semuanya berpeluang meraih medali emas pertama Porkab dari cabang futsal,’’ tandas Gilang, panitia pertandingan futsal Porkab.

Namun publik futsal Blora selama ini mengenal sejumlah tim-tim unggulan. Penyematan unggulan tersebut didasarkan pada torehan prestasi futsal maupun sepak bola yang pernah diraih di tim-tim tersebut.

Adapun tim unggulan itu di antaranya Kecamatan Jepon, Kecamatan Blora, Kecamatan Cepu, Kecamatan Randublatung dan Kecamatan Kunduran. Di laga perdana kemarin, Tim Kecamatan Jepon menang 7-2 atas tim Kecamatan Kedungtuban. (HR)


68 Keping Medali Emas Diperebutkan di Porkab Blora 2019

Cabang futsal memulai pertandingan di Gor Mustika Blora, kemarin.

BLORA- Sebanyak 68 keping medali emas diperebutkan di Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Blora 2019. Multievent olahraga yang baru kali pertama digelar itu mempertandingkan 10 cabang olahraga yang terdiri dari 38 nomor pertandingan.

Porkab akan berlangsung 5-8 September. Namun sejumlah cabang olahraga sudah memulai pertanding sebelum pembukaan Porkab, Kamis (5/9). Di antaranya sepak bola, futsal dan bola voli.

‘’Menurut rencana besok Rabu (4/9) akan dilaksanakan gladi bersih pembukaan Porkab di alun-alun Blora,’’ ujar Ketua Panitia Porkab Purwadi Setiono yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Blora, kemarin.
Hery Sutiyono Ketua KONI Blora membuka pertandingan Futsal di GOR Mustika

Ke-10 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porkab Blora adalah aeromodelling, atletik, bola voli, bulutangkis, catur, futsal, pencak silat, sepak bola, tenis meja dan woodball.

Ke-10 cabang itu dipertandingkan karena persebarannya hampir merata di semua kecamatan di Kabupaten Blora.

Jumlah medali emas terbanyak di Porkab kali ini diperebutkan di cabang olahraga pencak silat. Pencak silat mempertandingkan sebanyak 10 nomor pertandingan dan memperebutkan 16 keping medali emas, perak dan perunggu.

‘’Di pencak silat dalam satu nomor pertandingan ada yang mempertandingkan kelompok putra dan putri. Demikian juga dengan cabang olahraga lainnya,’’ tandas Humas Porkab Blora Abdul Muis

Medali terbanyak kedua diperebutkan di cabang atletik (14 keping emas) yang mempertandingkan 7 nomor pertandingan. Disusul berikutnya woodball (10 emas) lima nomor perlombaan. Catur (8 keping emas) dengan empat nomor pertandingan. Aeromodelling enam emas tiga nomor perlombaan. Bulutangkis dan tenis meja masing-masing lima emas. Voli dua keping emas serta sepak bola dan futsal masing-masing satu keping emas.

‘’Kontingen kecamatan yang meraih juara umum adalah kontingen yang mengumpulkan medali emas terbanyak,’’ kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora Hery Sutiyono.

Adapun venue pertandingan cabang olahraga Porkab antara lain sepak bola di Stadion Kridosono, futsal di GOR Mustika, aeromodelling di lapangan Mentul Cepu, atletik di lapangan atletik Migas Cepu, voli di GOR Mustika, bulu tangkis di GOR Kolonel Sunandar, catur di aula Diknas, pencak silat di lapangan tenis GOR Mustika, tenis meja di aula SMPN 1 Blora dan wood ball di eks lapangan golf.(HR)