Dinkes Blora Sasar 500 Ribu Warga Blora Divaksin Untuk Cipatakan Kekebalan


Plt Kadinkes Blora, Henny Indriyanti saat pelaksanaan kick off vaksinasi
 di RSUD dr Soetijono Blora, Senin (25/1). 


BLORA- Proses Vaksinasi Covid -19 di Kabupaten Blora mulai digelar, hari ini, Senin (25/1). Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mentargetkan vaksinasi akan menyasar  sebanyak 500 ribu sasaran untuk menciptakan kekebalan kelompok. 

"Targetnya tidak hanya tenaga kesehatan saja, TNI Polri, pihak yang berkaitan dengan pelayanan publik dan masyarakat umum. Jadi sasarannya seluruhnya sekitar 500 ribu sasaran vaksinnya," jelas Plt Kadinkes Blora, Henny Indriyanti saat pelaksanaan kick off vaksinasi di RSUD dr Soetijono Blora, Senin (25/1). 

Henny melanjutkan, proses vaksinasi akan digelar di seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Blora. Sebagai tahap awal akan dilakukan terhadap 3.918 tenaga kesehatan. 

“Dimana tempat vaksinatornya adalah di 35 titik yaitu 6 rumah sakit, kemudian 26 puskesmas dan klinik dari TNI, klinik dari Polri, klinik swasta yang ada di Kabupaten Blora” Imbuhnya



Lebih lanjut, Henny mengatakan, Vaksinasi merupakan upaya untuk menurunkan angka Covid -19. Ia pun berharap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan usai menjalani vaksinasi. 

“Yang paling penting adalah vaksin ini sebagai upaya penanggulangan Covid-19, dan setelah divaksin tetap melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan 3M, dan 3T kegiatan untuk testing, tracing, dan treatment tetap kita lakukan. Harapan kami dengan pemberian vaksin ini akan menurunkan kasus Covid-19” Harapnya. (M Nanda)

Laboratorium PCR Blora Periksa 629 Sampel Swab


Analis kesehatan atau ahli tenaga laboratorium medik (ATLM) RT-PCR di UPTD Labkes Kabupaten Blora tengah sibuk memeriksa  sampel-sampel swab-test covid-19. Foto : Ist


BLORA - Analis kesehatan atau ahli tenaga laboratorium medik (ATLM) polymerase chain reaction (PCR) covid-19 di Laboratoriun Kesehatan (Labkes) Pemkab Blora, Jawa Tengah, telah berhasil memeriksa 629 sampel swab.

Hasil pemeriksaan swab sebanyak itu, dilakukan ATLM sejak masa uji coba Selasa (5/1/2021) hingga Kamis (21/1/2021) hari ini, dengan hasil 25 sampel swab positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Petugas ATLM terus bekerja, program uji coba sudah berjalan baik, dan kini PCR-Lab berjalan lebih lancar,” jelas Kepala Unit Pelaksana teknik Daerah (UPTD) Labkes setempat, Sri Miningsih, Kamis (21/1/2021).

Terpisah pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat,  Henny Indriyanti, mangakui saat ini jumlah tenaga kesehatan (nakes) di Blora sangat minim, baik di Labkes maupun di seluruh Puskesmas.

“Nakes di labkes hanya dua ATLM, padahal harus ambil swab, periksa Aids, ambil sampel makanan dan minuman, idealnya minimal delapan nakes,” beber Henny.
Akibat minimnya tenaga nakes tersebut, lanjut mantan Kepala Dinkes Kabupaten Blora, pihaknya tidak bisa maksimal dalam pekerjaan, ATLM yang hanya dua orang itu harus tugas ganda dan kerja keras.

Tidak hanya di Labkes, Henny menjelaskan di semua Puskesmas saat ini jumlah nakes juga sangat minim, maka pihaknya mencari solusi dengan mengajukan tambahan nakes ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sesegera mungkin.

“Puskesmas juga sama, nakes minim harus pontang-panting, apalagi nanti akan ada vaksinasi, sebab kekuatan nakes di tiap Puskesmas berbeda,” tambah Henny.

Menurut Asisten Administrasi Umum Sekda Blora itu, harus tetap ada tambahan tenaga kesehatan, apalagi untuk vaksinasi targetnya tinggi, jika solusi tambah nakes tidak terfelasisasi dalam waktu dekat ini, tentu tidak bisa maksimal.

Diberitakan sebelumnya,  uji coba alat kesehatan baru PCR covid-19 di Labkes Pemkab Blora, Jawa Tengah, berjalan lancar dan sudah terakses langsung ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

UPTD Labkes Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, selain uji coba berjalan lancar, Kemenkes RI juga sudah memberikan akun (link untuk mencatat pelaporan) langsung hasil uji coba yang dilakukan ATLM.

Alat canggih terbaru polymerase chain reaction (PCR) milik Pemkab Blora itu, untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus. PCR juga untuk mendiagnosis penyakit Covid-19 itu, berada di Labkes jalan Kolonel Sunandar 63, Kota Blora.

Sarana prasarana Lab-PCR senilai Rp 2 miliar lebih, kedepannya membutuhkan tambahan 4-5 orang ATLM, agar pelayanan lainnya seperti pemeriksaan air bersih, air isi ulang, makanan minuman, narkoba, darah dan urine tetap berjalan normal.(M.Nanda)

Kurangnya Nakes Di Blora Membuat Dinkes Kualahan


BLORA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora pesimis mampu bekerja maksimal dalam proses vaksinasi Covid -19. Hal ini menyusul minimnya jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang ada.
 
Plt Kadinkes Blora Henny Indriyanti mengatakan, Saat ini jumlah nakes yang ada sangat minim. Baik itu yang ada di Laboratorium Kesehatan (Labkes) maupun di seluruh Puskesmas. 

"Di Labkes cuma dua orang saja gimana, baik yang ambil swab maupun periksa itu tok. Pusing saya, apalagi belum yang periksa Aids, Ambil sampel makanan dan minuman. Idealnya minimal 8 makanya itu kita tidak bisa maksimal, wong terbatas. Itu saja sudah kalang kabut gak karu - karuan," ucap Henny, Selasa (20/1/2021). 

Belum lagi, yang ada di Puskesmas, saat ini menurutnya jumlah nakes yang ada juga sangat minim. 

"Puskesmas juga sama. Puskesmas wes leye-leye (sudah tidak mampu), apalagi nanti vaksinatirnya. Gak bisa disamakan harus dihitung satu-satu, tiap puskesmas punya kekuatan masing-masing," bebernya. 

Terlebih pada Februari mendatang, lanjut Heny, akan digelar vaksinasi Covid -19 secara massal. Iapun pesimis akan bisa bekerja secara maksimal. 

"Tetap harus ada tambahan tenaga, harus itu. Apalagi untuk vaksinasi targetnya tinggi. Kalau gak kita gak bisa maksimal. Harus ada tambahan tenaga," jelasnya. 

Sekedar diketahui, proses vaksinasi Covid -19 di Kabupaten Blora rencananya akan digelar pada Februari mendatang. Tenaga kesehatan akan menjadi prioritas pertama yang akan menerima vaksin Covid-19.(Nanda)

Meski Dilakukan PPKM, Pelanggar Prokes di Blora Masih Banyak

Petugas gabungan saat melaukukan razia prokes, Selasa (19/1/2021) 


BLORA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Blora tak berjalan maksimal. Sejak 11 Januari 2021 lalu Kabupaten Blora ikut menerapkan PPKM masih banyak ditemui masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Ini terlihat dari hasil oprasi prokes dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih banyak ditemui pelanggar prokes. 

"Prokesnya masih sama, seperti malam minggu kemarin ada 100 yang terjaring," ujar Kepala Satpol PP Blora Djoko Sulistiyono. 

Masih Banyak Pelanggar

Memang menurut Djoko sapaannya, setiap malam Minggu selalu banyak pelanggar prokes dengan tidak memakai masker. Mereka banyak berkumpul di alun-alun dan eks stadion Blora. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk bermasker sangat rendah. 

"Padahal kita sudah sekian bulan penegakan prokes di Blora masih banyak pelanggar, dan belum sadar," ujarnya. 

Hanya saja memang untuk PPKM di Blora tak maksimal. Karena tidak ada pembatasan untuk pengusaha melakukan usaha, terkait jam buka. 

Operasi Terus Jalan

Sehingga kurang efektif, bila mengacu di Kabupaten lain saat PPKM ada pembatasan juga. Tapi di Blora tidak ada. 

"Kalau kami hanya diminta untuk pengawasan agar tidak ada kerumunan, tapi pelanggaran masih tinggi," imbuhnya, Selasa (19/1/2021)

Meski begitu menurutnya operasi harus tetap berjalan untuk menyadarkan. Razia akan terus berjalan.

 "Kita tiga bulan kedepan operasi prokes terus dijalankan sesuai perintah pimpinan," imbuhnya. (Nn/Ag)

Perhutani Lakukan Penanaman Bersama Dalam Rangka Hari Sejuta Pohon


BLORA - Dalam rangka peringatan hari sejuta pohon, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kabupaten Blora,  Jawa Tengah  bersama Kejari, Polres dan Kodim Blora melaksanakan penanaman pohon di petak 111E , Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungkenongo , Bagian Kesat

uan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisari, KPH Blora, Jumat (15/1/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Blora Polda Jawa Tengah AKBP Wiraga Dimas Tama, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, Kepala Kejaksaan Negeri Blora Yohanes Avilla Agus Awanto, Serta Kepala CDK (Catatan Dinas Kehutanan) Provinsi Jateng Wilayah I dan ADM/Kepala KPH se Kabupaten Blora serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya ADM Perhutani KPH Blora Agus Widodo selaku tuan rumah menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan kerja sama dari semua elemen masyarakat yang ikut mendukung kegiatan penanaman pohon yang akan di lakukan dalam rangka memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon Dunia.

"Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir pada hari ini. Sejatinya Hari Gerakan Sejuta Pohon di peringati pada tanggal 10 Januari 2021, namun karena jatuh pada hari Minggu, jadi kegiatan dilaksanakan pada hari ini," kata ADM Perhutani Blora.

ADM Perhutani Blora membeberkan bahwa Hari Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati pada 10 Januari ini berawal dari inisiatif warga dunia. Didasari banyaknya aktivitas manusia yang tidak sesuai kaidah pelestarian alam. Gunanya untuk menyadarkan masyarakat luas tentang pentingnya peran pohon, yang identik dengan hutan, bagi kehidupan makhluk hidup di dunia.

Sementara itu Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, mengungkapkan bahwa Polres Blora beserta jajarannya akan selalu mendukung program program dari pemerintah, salah satunya adalah untuk menjaga dan melestarikan hutan. 

Dimana hutan mempunyai peranan penting untuk mewujudkan keseimbangan alam serta untuk mencegah timbulnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. 

"Polres Blora beserta jajaran, tentunya bersama Kodim 0721/Blora akan mendukung penuh kegiatan penanaman pohon ini. Dan kami akan mendukung segala kegiatan untuk menjaga serta melestarikan hutan," urai Kapolres Blora.

Adapun jenis pohon yang ditanam hari ini meliputi pohon trembesi, mahoni dan pohon belirisidi. (Ag) 



A