Cegah Penularan Covid-19, DLH Blora Pantau Limbah B3 Medis di Klinik Bhakti Padma

Petugas DLH dengan pakaian APD Komplit periksa pengelolaan Limbah B3 Medis di Klinik Bhakti Padma Blora (Kamis, 11/06/2020)


BLORA (PORTALBLORA)- Menuju kehidupan baru atau new normal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Jawa Tengah Kamis (11/06), pantau pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis, di Klinik Bhakti Padma.

Tujuan dari kegiatan ini adalah, intuk mencegah penularan covid -19, di Kabupaten Blora agar tidak menyebar. Sebab klinik Bhakti Padma merupakan tempat isolasi bagi pasien posittif covid-19.

"Kami pantau mulai dari tempat sampah, pengambilan, pengemasan, penyimpanan di Cold Storage sampai pengangkutan oleh transporter limbah B3, semua sudah sesuai dengan prosedur yang ada" papar Ngatini  salah satu petugas DLH, kepada media (Kamis, 11/06/2020).

Menurutnya pengelolaan limbah B3 Covid- 19, di klinik Bhakti Padma sudah seusai dengan prosedur pengelolaan LB3 Medis.

Terpisah Kepala DLH Kabupaten Blora Dewi Tedjowati menyampaikan sejak muncul kasus Covid-19, DLH konsen dengan pengelolaan Limbah B3 Medis, apalagi Corona bisa menular melalui Limbah B3.

Upaya yang dilakukan DLH Kabupaten Blora adalah memastikan jangan sampai Limbah B3 medis menjadi media penyebaran Covid 19 di Kabupaten Blora.

Maka pemantauan pengelolaan LB3 Medis kita gencarkan, selain itu DLH Blora juga sudah mendistribusikan 100 tempat sampah, dan 400 kemasan plastik, khusus sampah potensi Covid 19 di daerah zona merah.

"Harapan kami Fasiliatas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Kabupaten Blora, benar-benar serius dalam mengelola Limbah B3 Medisnya," ucap Dewi Tedjowati.

Apalagi, lanjutnya, dari hasil pendataan selama masa pandemi Corona ini ada kenaikan signifikan dari timbulan Limbah B3 Medis.

Pada tahun 2019 limbah B3 medis sejumlah 30.543 kg limbah B3 medis, sedangkan sampai bulan Mei 2020 limbah B3 medis sejumlah 38.077,34 kg dengan rincian 35.529,34 kg Limbah B3 Medis, 2.412 kg Limbah B3 Medis Covid 19 dan 136 kg Sampah potensi Covid 19.

Di Kabupaten Blora sendiri saat ini masih dinyatakan zona merah, dengan jumlah pasien positif Covid -19 terdapat 22 orang yg mayoritas di isolasi dan di rawat di Klinik Bhakti Padma Blora. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar