Perlunya Perhatian Dunia Medis Indonesia untuk Penyakit DB dan Covid

 

Foto : Kurniawan
Pengusaha Blora Lulusan Farmasi

BLORA, 15/1 PortalBlora.com - Musim penghujan mulai tiba, saat ini banyak daerah terjadi peningkatan penderita Demam Berdarah (DB). Apakah ini memang penyakit DB atau bentuk penyakit yang lain, seperti yang banyak dijumpai sejumlah artikel media online yang mengindikasi ada kesamaan gejala demam berdarah dengan gejala covid virus yang telah bermutasi. 

Seperti di kutip dari sumber laman (https://www.alodokter.com/mengetahui-perbedaan-gejala-demam-berdarah-dan-covid-19). Sekiranya penulis perlu memberikan informasi yang aktual di saat melonjaknya kasus DB di beberapa daerah dan kota di Indonesia.

Demam, sakit kepala, mual, dan muntah merupakan beberapa gejala yang mirip antara DB dan Covid. 

Pada sumber laman tersebut di beritahukan gejala yang membedakan antara DB dan Covid namun dari sumber media online resmi yang lain menyatakan "Tapi, tidak sering dilaporkan sebagai salah satu gejala umum, seperti demam, batuk, dan nyeri tubuh" (https://kesehatan.kontan.co.id/news/11-gejala-omicron-kenali-saat-transmisi-lokal-varian-ini-di-indonesia-kian-bertambah?page=all).

"Jadi pada kasus ini gejala umum batuk tidak di jumpai, dan secara significant tidak menjadi gejala penyerta pada penderita Covid jenis Omicron dan Delomicron," kata Kurniawan seorang pengusaha asal Blora lulusan Farmasi ini.

Untuk mengetahui apakah seorang pasien terkena DB, biasa dilakukan uji dengan test darah lengkap untuk menyatakan pasien positif demam berdarah atau tidak.

Biasanya seorang pasien dinyatakan positif demam berdarah jika Jumlah trombosit ≤ 100.000/┬Ál. Nilai hematokrit meningkat hingga ≥ 20% dari nilai normal. Nilai hematokrit menurun hingga ≥ 20% dari nilai normal setelah mendapatkan terapi cairan. 

Namun uji ini tidak mengarah pada jenis infeksi virus, dan tidak di jumpai pengujian jenis virus pada pasien. Apakah syarat di atas adalah suatu bentuk gejala DB secara pasti, sehingga mengabaikan bentuk infeksi covid Omicron dan varian baru lainnya.

Hal ini membutuhkan pengamatan para ahli di bidang medis untuk analisa lanjutan.

Dalam Kasus pasien Omicron pada anak, hal yang mirip umum terjadi pada pasien, setelah uji darah lengkap, sering kali infeksi virus covid juga menunjukkan hasil uji darah lengkap yang mirip denngan gejala DB.

Baik uji trobosit dan hemtrokit, bahkan kekentalan darah dapat meningkat, yang memicu jantung pasien bekerja ekstra cepat untuk memenuhi suply oksigen pada organ pasien covid, dan hal ini masih bertahan beberapa hari setelah pasien di nyatakan sembuh.

Banyaknya perhatian dunia medis yang perduli dengan wabah Covid, sekiranya tulisan penulis ini, bisa merangsang pihak terkait untuk melakukan penelitian lebih spesifik dan terintegrasi, sehingga sumbangsih ilmu pengetahuan terealisasi, dalam mengatasi masalah wabah Corona virus saat ini, dan implementasinya di dunia medis Indonesia.

Salam untuk Indonesia sehat dan maju (Deny - red)

0 komentar:

Posting Komentar