Pertama di Blora, Festival Bambu di HUT ke 60 SMAN 1 Blora.



Salah satu tarian kolosal yang di tampilkan pelajar SMAN 1 Blora

BLORA –Luar biasa, tampilan para pelajar SMAN 1 Blora, Jawa Tengah,  Minggu (6/10/2019). Mereka bersaing antar kelas, menampilkan karya terbaiknya, untuk pentas di depan Ribuan penonton yang memadati alun-alun kota sate, dalam rangka Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-60 sekolah favorit di Blora.

Dalam festival bambu ini, para pelajar mengajak kepada ribuan penonton untuk mengurangi penggunaan plastik berganti ke bahan bambu.
Aneka ragam karnival bambu pelajar SMAN 1 Blora

Kampaye bertajuk  Bamboo Fest (Festival Bambu) dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-60 SMAN1 Blora, mendapat apresiasi ribuan pengunjung, alumni, PWI dan suport dari banyak pihak.

Menariknya, di Festival Bambu itu hampir 75 persen yang ada arena kegiatan berbahan bambu, mulai tempat tisue, alas (piring) makanan, dekor panggung, suvenir, musik, seragam carnival, pameran dan lainnya.

“Ini semua ide dan kreativitas siswa kami, kepala sekolah bersama para guru memberikan suport,” kata Ketua Panitia Pelaksana Bamboo Fest, Sri Susilaningsih.

Kenapa HUT SMAN 1 Blora ke-60 mengangkat bambu? Menurut Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Blora, Slamet Joko Waluyo, antara lain untuk mewadahi ktreativitas dan inovasi siswa di bidang seni musik dan akting, serta memberikan motivasi kepada pengrajin bambu di Kabupaten Blora.

Diangkatnya bambu dalam festival kali ini, karena pohon satu ini banyak manfaatnya, mulai dari akar hingga daunnya, bahan mudah didapat, dan banyak produk yang dihasilkan dari bambu.

Daun bisa sebagai pembungkus barang, batang untuk aneka anyaman, perabotan hingga alat musik. Akar mudanya (rebung) bisa dimakan dan kerjinan bambu ada di mana-mana.

“Hingga saat ini, bambu tidak dapat dipisah dari kehidupan masyarakat di negeri tercinta ini,” tambah Slamet Joko Waluyo.

Tujuan lainnya, mengankat kearifan lokal bambu yang ada di Blora, mengajak masyarakat mengurangi pengunaan plastik, memasyarakatkan alat rumah tangga berbahan bambu, dan meningkatkan ekonomi perajin bambu.

“Di festival ini juga digelar pameran craft bambu, dengan harapan bisa menarik wisatawan datang ke Blora,” tambah Joko.

Hadir di acara menarik itu, antara lain Wakil Bupati Blora H. Arif Rohman, Sekda Komang Gede Irawati, para kepala OPD, Ketua Dekranasda setempat Hj. Umi Kulsum, alumni SMAN 1 Blora, pengurus komite dan undangan.

Bamboo Fest yang digeber pagi hingga malam nanti di alun-alun Kota Blora, dimeriahkan pentas seni siswa SMAN 1, lomba karnival (maskot) kelas berbahan bambu, pameran bambu craft karya siswa dan masyarakat.

“Komite mendukung kegiatan kampanye “go green” ini, dan kami dengan bangga kreativitas anak-anak,” ungkap Ketua Komite SMAN 1 Blora, H. Umartono.

Makin siang acara makin menggema dan meriah dengan tampilnya grup musik campursari modern Angklung Careha (cari rezeki halal) Yogyakarta, flasfmop siswa, guru dan musik Jawa.

“Ini kegiatan yang luar biasa, masyarakat terhibur dan diaspresiasi banyak pihak,” ungkap Wabup Arief Rohman mecwakili Bupati Blora H. Djoko Nugroho.(HR)










0 komentar:

Posting Komentar