Tangis Haru Mewarnai Pemakaman Korban KM Santika Nusantara.

Cucu keponakan korban menangis saat jenasah di berangkatkan

Blora, Suasana duka menyelimuti kediaman rumah duka korban KM Santika Nusantara yang terbakar di perairan Laut Utara Pulau Masalembo Jawa Timur.

Diketahui korban benama Wiji (45) warga Desa Punggur,Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Jenasahnya diambil oleh keluarganya minggu dini hari pukul 02.30 wib. dan dimakamkan Minggu siang (25/8) di makam Butoh, Kelurahan Kunden.
Foto korban saat masih hidup

Sebelumnya ia bersama temanya Mukmin (46) bermaksud mencari pekerjaan di sebuah proyek di Kalimantan, dengan naik Kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ia dan temanya Mukmin berangkat dari Blora Rabu pagi (22/8), namun nasib naas menimpa dirinya,kapal Santika Nusantara yang di tumpanginya terbakar ditengah perjalanan pada Kamis malam (23/8) di perairan Laut Utara Pulau Masalembo Jawa Timur.

Saat kejadian semuanya panik menyelamatkan diri masing masing, Mukmin selamat karena pada waktu itu menumpang perahu karet ,sedangkan Wiji tidak bisa menyelamatkan diri.

"Waktu itu ada sopir truk yang berteriak truknya kebakar ,dan semuanya panik menyelamatkan diri masing masing,Saya terpisah dengan Wiji saat itu, saya naik perahu karet dengan penumpang lainnya, " Cerita Mukmin saat melayat dirumah duka. (Minggu, 25/8/2019)

Waktu itu ia berharap temanya Wiji selamat seperti dirinya, ia mencari daftar nama di posko tidak ada nama Wiji hingga 2 hari.

Kemudian ia mengabari keluarganya yang di Blora. Karena ia mendengar kabar ada korban seorang laki laki mr. X belum diketahui Identitasnya.

Sesampai di Surabaya, ia dan keluarga Wiji menuju Rumah sakit Bhayangkara.Untuk memastikan bahwa jenasah mr. X adalah Wiji,  Anak laki lakinya yang bernama Aris (22) tes DNA.

Usai tes DNA dan dicocokan dengan jenasah, ternyata benar bahwa  mr.X tersebut adalah Wiji. Semua shock mendengarnya.

" Kami semua shock, setelah mengetahui jenasah mr. X adalah Wiji teman saya, "kata Mukmin terbata -bata.

Keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian Wiji, menurut Suntoro (47) kakak korban Wiji adalah sosok seorang ayah yang baik.

"Keseharianya ia ayah yang baik , sederhana, sama tetangga juga sering bergaul, " kata Suntoro kakak sepupu korban.
Suasana rumah duka saat akan memakamkan jenasah korban  

Ia meninggalkan satu orang istri bernama Rumini (42) dan 2 orang anak. Anak pertama bernama Aris (22) sudah menikah dan baru di karuniai seorang anak berumur 3 bulan, serta satu lagi bernama anak perempuanya bernama Mila (17) masih duduk di bangku SMA kelas XII.(HR) 

0 komentar:

Posting Komentar