Sesuai Kewajibanya, Pertamina Lakukan Perbaikan Pipa Bekas Proyek




BLORA  - Pertamina EP Asset 4 Cepu Field melakukan pengerjaan proyek penggantian pipa Gas yang panjangnya sekitar 337 meter berlokasi Distrik 2 Ledok kecamatan Sambong Kabupaten Blora,  Selasa (24/11/2020).

Camat Sambong,  Nunik Sulistiyo Herniyati mengatakan pipa tersebut merupakan fasilitas umum yang sebelumnya digunakan pihak pertamina, sehingga pertamina  saat ini memenuhi kewajibannya untuk mengembalikan sebagaimana fungsinya.

"Bahwa pihak Pertamina Sudah penuhi kewajibannya guna mengembalikan fasilitas umum yang digunakan proyek dalam kondisi baik dan kembali lagi seperti semula menjadi baik lagi", ucapnya Nunik 

Sementara itu, Field Manager Afwan Darono,  Melalui CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Kautsar Restu Yuda, mengatakan bahwa selama berlangsungnya pekerjaan proyek pipanisasi, pihaknya juga komitmen akan mengembalikan fasilitas yang digunakan untuk penanaman pipa gas sesuai seperti semula.

"Terkait penggantian pipa di depan Kantor Kecamatan Sambong, kami sebelum pekerjaan sudah berkoordinasi dan bersurat dengan Forkompimcam Sambong. Untuk bekas galian pekerjaan, kami pastikan dikembalikan ke kondisi semula" kata Restu (Mega)

Kasus Covid-19 Di Blora Mengalami Penurunan, Satu Kecamatan Zona Hijau


 


 

BLORA- Persebaran kasus Covid -19 di Kabupaten Blora dikabarkan mengalami penurunan signifikan Memasuki November 2020. Bahkan ada satu Kecamatan yang kini dinyatakan sebagai zona hijau. 


Satu dari 16 kecamatan yang dinyatakan zona hijau adalah Kecamatan Kradenan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi Jawa timur. 


“Dibanding sepuluh  hari terakhir, masuk November ini pesebaran Covid-19 menurun signifikan,” ungkap Plt Kadinkes Blora, Henny Indriyanti, Selasa (3/11). 


Henny mengungkapkan, delapan lagi kecamatan kini terpetakan masuk zona kuning, yakni kecamatan dengan dengan resiko pesebaran rendah.


Delapan kecamatan zona kuning  tersebut, masing-masing Kecamatan Japah, Tunjungan, Ngawen, Banjarejo, Jepon, Jiken, Sambong serta Kecamatan Randublatung. Sedangkan tujuh kecamatan lagi, yakni Kecamatan Todanan, Kunduran, Jati, Kedungtuban, Cepu, Bogorejo dan Kota Blora, saat ini masih berstatus kawasan zona orange, kawasan dengan resiko penularan sedang.


“Dari 16 kecamatan di Blora, saat ini tidak ada yang zona merah atau resiko penularan virus corona tinggi,” bebernya. 


Meski sudah tidak ada kecamatan dengan resiko peluranan Covid-19 tinggi, lanjut Henny, Pemkab Blora tetap minta dan mewanti-wanti masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesahatan (prokes).
Data terbaru Posko GTPP Covid-19 Kabupaten Blora, perkembangan kasus pesebaran Corona  totalnya berjumlah 733. 


Warga yang terpapar virus corona dan telah dinyatakan sembuh berdasar Swab-Test, yakni  sebanyak 614 orang.

“Adapun pasien yang meninggal dunia terpapar Covid-19, sampai saat ini sebanyak 37 orang,” pungkasnya. (Nanda)

Kades Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan Dengan 3M



BLORA -  Masih merebaknya virus corona di Kabupaten Blora, Kepala Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon Kabupaten Blora menghimbau agar masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yakni wajib pakai masker ,Wajib mencuci tangan, serta Wajib untuk menjaga jarak (3 M).

"Mengingat penyebaran virus corona ini masih meningkat di Kabupaten Blora,  saya himbau dan saya ajak khusunya warga Tempellemahbanh untuk selalu jaga kesehatan, serta selalu mematuhi 3M pakai masker ,Wajib mencuci tangan, serta Wajib untuk menjaga jarak," katanya Kasbi selaku kepala desa Tempellemahbang, Senin (02/11/2020)

Kasbi juga menyampaikan untuk sementara ini kegiatan yang berhubungan dengan kurumunan masyarakat masih dibatasi , seperti pesta pernikahan,  dan acara -acara yang mengundang banyak massa.

Sementara itu tokoh masyarakat desa Tempellemahbang mengajak warga menyadari bahaya virus corona atau Covid-19. Sehingga mereka bersama keluarganya selalu mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker (3M).

“Sudah sepatutnya warga masyarakat menyadari akan bahaya Covid-19,” kata seorang tokoh masyarakat desa Tempellemahbag, Sumidjan.

Agung, salah satu anggota tim gugus tugas covid di desa Tempellemahbang  mengatakan penularan virus ini tentu saja dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal itu seperti yang selama ini telah dikampanyekan oleh pemerintah desa maupun pemkab Blora.(Nanda)