PERSIKABA UNGGUL 2-1 LAWAN PSIS

Ft. Saat pertandingan di Lapangan Kridosono Blora

BLORA (PORTALMEDIA)- Kesebelasan Persikaba unggul 2-1 melawan kesebelasan PSIS dalam pertandingan persahabatan uji coba di lapangan Kridosono Blora. (Kamis, 4/7/2019).

Tim-tim kontestan Liga 3 Jateng 2019 mulai menguji kesiapannya sebelum bergulir kompetisi sepak bola regional Jateng.

Persikaba Blora misalnya. Kesebelasan berjuluk Laskar Arya Penangsang itu berujicoba bersama PSISra Sragen di Stadion Kridosono, Blora, Kamis (4/7).

Bukan hasil skor yang hendak diliat. Melainkan kesiapan tim menyongsong Liga 3 Jateng yang akan bergulir 14 Juli.

Di pertandingan persahabatan tersebut tim tuan rumah unggul 2-1.

‘’Dengan melihat permainan tim kami yang seperti itu, kami siap berlaga di Liga 3 Jateng,’’ ujar Pelatih Persikaba Tommy Parcep usai pertandingan.

Meski berlabel laga uji coba, namun pemain kedua kesebelasan tampil ngotot. Tak jarang terjadi benturan antar pemain.

Bahkan di pertengahan babak pertama, Pelatih Tommy Parcep harus menarik keluar salah seorang pemainnya,

Febriyanto, lantaran cedera setelah terkena sikut di rahangnya.
Pertandingan persahabatan yang disaksikan ratusan Saminista, julukan suporter Persikaba, sejatinya enak ditonton.

Kedua kesebelasan silih berganti melakukan penyerangan. Namun, kondisi lapangan yang tidak rata serta tekstur tanah keras menyebabkan pemain kesulitan mengontrol bola dengan sempurna.

Di menit ke-7 wasit M Kusnin memberikan hukuman tendangan penalti setelah striker Persikaba dijatuhkan pemain Sragen di kotak terlarang.

Baseri sukses mengoyak gawang PSISra yang dijaga Fatkur Ali. Persikaba menggandakan gol melalui sontekan keras Fedorika dari sisi kanan pertahanan Sragen di menit ke-23.

Melalui skema dan posisi yang hampir sama, pemain PSISra Tri Widodo mencetak gol ke gawang Persikaba yang dikawal M Fuad pada menit ke-52.

‘’Peluang mencetak gol yang diperoleh pemain kami cukup banyak. Faktor luck saja yang membuat pemain kami tidak bisa menambah gol,’’ kata Tommy Parcep.
Pembagian Grup

Persikaba dan PSISra berada di grup yang berbeda di Liga 3 Jateng. Persikaba di grup 4 bersama PPSM Sakti Magelang, Persak Kebumen dan Persab Brebes. Sedangkan PSISra satu grup dengan Persitema Temanggung, Persebi Boyolali, PSIP Pemalang dan Persegal Kota Tegal di grup 3.

Kompetisi Liga 3 Jateng tahun ini diikuti sebanyak 19 tim yang dibagi menjadi empat grup. Berlian Rajawali USM Semarang, Persekat Kabupaten Tegal, PSD Demak, Persibangga Purbalingga, dan.

Persiku Kudus di grup 1. Grup 2 terdiri dari Persipur Purwodadi, Persibas Banyumas, Persipa Pati, Persip Pekalongan dan Persikama Kabupaten Magelang.

Liga 3 diperuntukan bagi pemain kelahiran 1 Januari 2001 sampai dengan 1 Januari 1997 (minimal 18 tahun dan maksimal 22 tahun). Setiap kesebelasan peserta Liga 3 boleh diperkuat lima pemain senior.

Namun hanya tiga pemain senior saja yang namanya dimasukan dalam daftar susunan pemain (DSP) di setiap pertandingan. (HR) 

Sering Dihina , Seorang Kakek di Blora Bacok Saudaranya

Korban Sukur (87) saat berada di rumahnya (ft. Dok. Polsek Jepon) 

BLORA, Karena sering dihina oleh saudaranya, seorang kakek di Dukuh Ngrayung Rt.23 Rw. 03, Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membacok saudaranya itu dengan sabit, Selasa (31/12).

Kapolsek Jepon Iptu Supriyono, membenarkan adanya kejadian tindak pidana penganiayaan tersebut, korban diketahui bernama Sukur (87 ) seorang petani, alamat Dukuh Cangkringan Rt 11 Rw. 02 Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

"Ya, benar, saat itu anggota kami menerima laporan dari Judi (56) warga setempat, adanya pembacokan, kemudian anggota kami langsung ke TKP", kata Iptu Supriyono saat ditemui di Mapolsek Jepon. (Jumat, 03/02/2020)

Selanjutnya ia menjelaskan, korban waktu itu sedang duduk-duduk sambil cerita bersama dengan saksi 01, Kandar(67), kemudian tersangka Sukijan (66) lewat di depan korban.

Tiba  - tiba tersangka, membabi buta dan membacok korban dengan menggunakan sabit / Arit, sehingga korban mengalami luka-luka di bagian kepala.

Ada dua bagian luka robek dan mengeluarkan darah, luka lagi robek dibagian kaki kanan bawah, dibagian punggung, tangan kanan juga luka robek, dan luka robek  lagi dibagian dua jari lengan kiri. Sehingga korban jatuh terkapar dan mengeluarkan darah,

Melihat kejadian itu saksi 01, berupaya melerai, namun tidak mampu. Kemudian saksi 02, Kusno (74) teriak- teriak minta tolong kepada warga sekitar untuk melerai kejadian tersebut, dan tersangka Kabur melarikan diri ke dalam hutan  jati sambil membawa arit / sabit.

Saat itu juga, satuan unit Reskrim Polsek Jepon dengan sigap melakukan pencarian kedalam hutan jati Desa setempat. Dan tidak lama kemudian berhasil menangkap tersangka dan mengamankanya di Polsek Jepon.

"Saat itu juga, tersangka yang ternyata masih ada hubungan saudara dengan korban, berhasil kami tangkap, dan diamankan di Polsek Jepon untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, " pungkas Iptu Supriyono. (HR)
















Viral! Aksi Tawuran Sejumlah Pemuda di Blora

Screnshot akun facebook lambe turah di Group Blora updates


BLORA, Video tawuran antar pemuda disebuah angkringan yang terjadi di Kabupaten Blora, viral di media sosial (Medsos) Kamis malam ((02/01).

Video berdurasi 29 detik dengan suara wanita menjerit-jerit, yang diunggah melalui  akun Medsos Facebook bernama "Lambe Simbok" itu, sudah mendapat  606 komentar, dibagikan sebanyak 77 kali serta ditayangkan sebanyak 23.449.

Kasatreksrim Polres Blora, AKP Hery Dwi Utomo membenarkan adanya peristiwa tawuran tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di sebuah warung angkringan yang berada di perbatasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro Jawa timur atau tepatnya di sebelah barat jembatan Sungai Bengawan Solo Padangan, Kecamatan Cepu.

"Iya benar, kita dapat informasi bahwa tadi malam ada keributan. Lokasinya di perbatasan antara Kabupaten Blora dan Bojonegoro Jawa timur. Kami dari tim Resmob Polres Blora dan Polsek Cepu sudah turun ke lokasi untuk menyelidiki kasus yang sempat viral itu", kata Kasatreskrim saat ditemui di Mapolsek Cepu, Jumat siang (03/01/2020).

Hery sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Blora, belum bisa memastikan penyebab keributan antar pemuda yang sempat viral ini. Pihaknya masih melakukan pendalaman atas aksi itu.

"Kita belum tahu penyebabnya. Ini masih kita lakukan pendalaman. Tim sudah bekerja di lapangan", lanjutnya.

Sementara itu, Kapolsek Cepu, AKP Slamet Riyanto mengatakan, aksi perkelahian itu melibatkan satu kelompok pemuda. Diduga mereka terpengaruh oleh minuman keras.

"Itu bukan tawuran seperti yang ramai di medsos. Mereka itu satu kelompok. Mungkin ada kesalahpahaman karena kan mereka kondisi mabuk", ucapnya.
(HR)