Jelang Natal dan Tahun Baru, PT KAI Launching Kereta Api Baru

Bupati pimpin laounching KA baru di Stasiun Cepu

BLORA, Jelang Natal dan tahun baru 2020, PT Kereta Api Indonesia (Persero)  launching kereta api Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi – Cepu –Gambringan – Kutoarjo PP dan KA Dharmawangsa relasi Surabaya Pasarturi – Cepu – Semarang – Pasar Senen Jakarta PP.

Kedua KA tersebut di luncurkan perdana pada Minggu pagi (1/12) di Stasiun Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Penambahan kedua KA tersebut untuk meningkatkan mobilitas masyarakat BLora, menjelang Natal dan tahun baru yang biasanya penumpang membludak.

KA Sancaka Utara dan KA Dharmawangsa merupakan KA baru di wilayah Daop 4 Semarang sesuai dengan Grafik Perjalananan Kereta Api (Gapeka) Tahun 2019. KA Sancaka Utara dengan pemberangkatan awal dari Stasiun Surabaya Pasarturi, berhenti dan berangkat kembali di Stasiun Cepu.

Pemberangkatan perdana KA tersebut dari Stasiun Cepu dilakukan oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho didampingi Kepala PT KAI (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso.

"KA Sancaka Utara membawa 4 Kereta Eksekutif berkapasitas total 200 tempat duduk dan 4 Kereta Bisnis berkapasitas 256 tempat duduk" Kata M Nurul Huda.

Tiket KA Sancaka Utara dari Stasiun Cepu ke Kutoarjo, untuk kelas eksekutif bertarif antara Rp 230.000 Sampai Rp. 360.000. Sedangkan untuk kelas bisnis bertarif Rp 150.000 sampai Rp 270.000.

Sedangkan Untuk KA Dharmawangsa membawa 3 Kereta Eksekutif  berkapasitas  150 tempat duduk, dan 6 Kereta Ekonomi berkapasitas total 636 tempat duduk.

Harga tiket KA Dharmawangsa dari Stasiun Cepu ke Pasarsenen Jakarta untuk kelas eksekutif bertarif antara Rp 350.000 sampai Rp 530.000 sedangkan untuk kelas ekonomi bertarif Rp 130.000 sampai Rp. 160.000.

"Tiket KA Sancaka Utara dan KA Dharmawangsa dapat dipesan hingga 30 hari sebelum keberangkatan di loket Stasiun Cepu maupun secara online melalui aplikasi KAI Access pada smartphone dan website www.kai.id yang merupakan website tiket resmi dari PT KAI," jelas Nurul Huda.

Bupati Blora, Djoko Nugroho mengapresiasi kebijakan PT KAI yang telah menambah perjalanan kereta api untuk Kabupaten Blora.

"Hadirnya KA Sancaka Utara dan KA Dharmawangsa diharapkan dapat mengakomodir masyarakat Kabupaten Blora untuk bepergian ke Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Semarang, dan Jakarta sehingga memudahkan masyarakat untuk bisa bepergian dengan kereta api yang aman, tepat waktu, dan nyaman", ungkap Bupati.(HR)

Musim Hujan Tiba, Sejumlah Warga di Blora Masih Butuh Air Bersih

Warga antri bantuan air bersih

BLORA, Meski sudah memasuki musim penghujan, namun sejumlah wilayah pinggiran hutan di Kabupaten Blora masih dilanda kekeringan. Salah satunya yang dialami warga di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Untuk mendapat air, warga harus antri di sebuah sumur desa. Masdari (61) warga dukuh Badong kidul,desa Klopoduwur, mengungkapkan, meski hujan sudah mulai turun, namun warga desa masih kesulitan air bersih. Sumur-sumur milik warga masih belum mengeluarkan sumber air.

"Sumbernya baru sedikit, karena hujanya masih jarang, warga sini ya masih harus antri. airnya belum banyak", kata Masdari, (Rabu,27/11/2019).

Ia mengaku, warga Desa sini masih sangat membutuhkan bantuan air bersih. Sebab hujannya belum merata.

"Ya masih butuh mas. Karena memang belum ada air", akunya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga pinggiran hutan, Perhutani KPH Blora menyalurkan bantuan air bersih, Kamis sore (27/11). Bantuan diberikan kepada sejumlah Desa yang saat ini masih dilanda kekeringan.

Administratur Perhutani KPH Blora, Afwandy melalui Kasi Kelola Sumber Daya Hutan, Laode Sahara mengatakan, sebanyak 10 tangki air bersih disalurkan di  10 Desa yang berada di pinggiran hutan. Salah satunya Desa Klopoduwur yang berada di wilayah hutan Banjarejo.

"Ini adalah program CSR Bina Lingkungan Perhutani Blora. Memang saat ini beberapa wilayah sudah turun hujan, namun nyatanya masih banyak warga yang mengalami kekeringan, khususnya mereka yang ada di pinggiran hutan", ungkap Laode.

Laode berharap dengan bantuan ini, warga bersama Perhutani bisa saling bersinergi terutama dalam menjaga kelestarian hutan.

" Harapan kami semoga dengan baksos ini, warga yang berada di pinggiran hutan bisa ikut menjaga kelestarian hutan bersama petugas", harapnya.

Program CSR Bina Lingkungan Perhutani berupa bantuan air bersih ini ,sebelumnya sudah dilaksanakan di sejumlah Desa yang berada di pinggiran hutan di 5 BKPH wilayah Perhutani KPH Blora.

Sebanyak 10 tangki air bersih terbagi di BKPH Kalisari 3 tangki, BKPH Ngapus 1 tangki, BKPH Ngrangkang 1 tangki, BKPH Ngawenombo 4 tangki dan BKPH Nglawungan 1 tangki. (HR)

Pertama di BLora, Seminar Parenting Disabilitas.

Ir. Tedi Rindaryo Widodo membuka acara Seminar parenting disabilitas

BLORA - Menjelang peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-27  yang jatuh pada 03 Desember, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyelenggaraan Seminar Parenting Disabilitas.

Seminar ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan mengambil tema "pengasuhan anak difabel", diaula Mr. Green Kecamatan Jepon Rabu siang (27 /11/2019),

Acara tersebut diikuti oleh sejumlah orang tua penyandang disabilitas se-Kabupaten Blora, Difabel Blora Mustika (DBM) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Blora.

Acara ini betujuan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua anak penyandang disabilitas, bagaimana cara memperlakukan anak seperti anak normal lainya.

Acara dibuka oleh  Ir. Tedi Rindaryo Widodo Sekretaris Dinsos P3A Kabupaten Blora. dengan mengundang ahli psikolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Soetidjono Blora Tisna Cahyamita, M. Psi sebagai narasumber.

Tedi Rindaryo ingin dalam seminar ini para orang tua penyandang disabilitas terbuka, jangan sampai minder punya anak yang tidak normal, jangan biarkan mereka tidak percaya diri, jadikankan mereka motivasi agar mereka bisa berbaur dengan anak normal.

300 peserta mengikuti acara seminar parenting

"Pada dasarnya para orang tua penyandang disabilitas, malu dan minder memiliki anak yang cacat, padahal anak tersebut kemungkinan memiliki kemampuan melebihi anak normal, itulah yang akan kita diskusikan bersama",kata Tedi panggilan akrabnya (Rabu,27/11/2019)

Ia berharap dengan seminar ini ,orang tua penyandang cacat menjadi tergugah hatinya, untuk memperlakukan anaknya seperti anak normal,sesuai bakatnya masing masing.

"Saya mencontohkan anak kakak saya, yang memiliki kekurangan atau cacat, namun anak itu saya ajak mengikuti acara lomba mewarnai bersama anak normal lainya, supaya ia bisa berkomunikasi dengan anak normal",tambahnya.

Pemateri dalam seminar ini adalah dr. Tisna Cahyamita, M.Psi psykolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R.Soetiyono mengajak peserta untuk mendidik anaknya dan memperhatikan jangan sampai terbengkalai.

Ia menjelaskan secara psikolofi anak penyandang disabilitas memang harus ada perhatian khusus, tidak seperti anak normal, namun terkadang mereka memiliki kemampuan melebihi anak normal, disinilah peran dari orangtua untuk mengetahuinya.

“Saya mengajak orang tua,agar tau cara mendidik anak yang menyandang diabilitas, jangan biarkan mereka menjadi minder, karena mereka juga sama dengan kita yang normal, punya keinginan untuk bergaul dan berkembang", jelas Tisna Cahyamita

Ia menambahkan jangan sampai anak dibiasakan dengan gadget ataupun android, kebiasaan orangtua agar anaknya diam ,mereka diberikan gatdget, itu adalah pendidikan yang salah.

Sebanyak 300 peserta tampak serius memperhatikan ualasan pemateri. Dengan pembawaan yang menarik dan ilustrasi media yang lucu, kegiatan Seminar Parenting Disabilitas ini mampu menghipnotis para peserta. (HR) 

Bawaslu Gelar Sosialisi Pengawasan Melalui Seni Barong

Warga antusias menyaksikan pagelaran seni barong yang di gelar Bawaslu Blora

Blora, Tahapan Pilkada 2020 sudah di mulai ,Bawaslu Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengawali di mulainya tahapan Pilkada 2020 di Kabupaten Blora dengan menggelar sosialisasi pengawasan berbasis budaya, Sabtu (23/11).

Seni barong yang merupakan icon kota Blora ini, di gunakanya sebagai sarana sosialisasi pengawasan berbasis budaya oleh Bawaslu dihalaman sekretariat Bawaslu Jl. RA Kartini No. 12 Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora.

Hal ini terbukti warga tampak antusias memenuhi halaman sekretariat Bawaslu, mereka berbondong bondong menyaksikan seni barong, sebuah kesenian rakyat asli Blora yang sangat di sukai seluruh lapisan masyarakat.

Bawaslu sengaja memilih seni barong atau lebih dikenal dengan barongan, karena Bawaslu juga ingin memasyarakat, ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengawasan terhadap jalanya Pilkada 2020 di Kabupaten Blora nanti, merupakan tugas bersama seluruh warga Blora, untuk ikut berperan aktif mengawasi jalanya Pilkada.

"Tahapan pilkada 2020 di Kabupaten sudah di mulai, Ini  sebagai tanda di mulainya tahapan tersebut, istilah lain gong pilkada sudah dipukul sejak hari ini", tegas Lulus Maryonan ketua Bawaslu Kabupaten Blora.(Sabtu, 23/11/2019)

Ia menjelaskan dengan dimulainya tahapan pilkada ini, dimulai juga tugas pengawasan dari Bawaslu terhadap tahapan demi tahapan Pilkada 2020 dibkabupaten Blora.

Melalui sosialisasi ini ia ingin masyarakat tau dan mempersiapkan diri sebagai pemilih yang cerdas.Bagi warga yang sudah mempunyai hak pilih jangan mudah percaya dengan isu yang bisa menyesatkan, isu hoaks terlebih isu sara. Agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang benar benar berkualitas.

"Di sini saya ingin mengajak masyarakat di Kabupaten Blora bisa menjadi pengawas pastisipatif, segera melaporkan jika ada kecurangan di dalam Pilkada nanti, terutama netralitas baik itu penyelenggara maupun PNS yang diatur sesuai regulasi yang ada",tegasnya.

Disisi lain salah satu warga bernama Winarti (43) yang menyaksikan pagelaran budaya seni barong dalam rangka sosialisasi pengawas partisipatif merasa senang, ia mengaku pas atau setuju sekali apa yang di sampaikan oleh Bawaslu melalui kesinian rakyat ini.

"Senang, dan pas sekali, Bawaslu dalam mensoaialisasi kan pengawas partispatif berbasis budaya ini, bisa menarik perhatian masyarakat dengan menggadeng kesenian rakyat barongan",kata Winarni. (HR)



Warga Desa Kedungwungu Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis

Warga berbondong bondong memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari PT GMM Bulog (dok. humas GMM) 

BLORA - Warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Blora,Jawa Tengah dapat pelayanan kesehatan gratis, Bantuan pelayanan kesehatan itu berkat kerjasama pabrik Gula (PG) Blora milik PT GMM Bulog  dengan Pemerintah Desa Kedungwungu, yang berada di ring 1.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian social terhadap lingkungan sekitar, dan sudah menjadi kewajiban bagi PT Gendis Multi Manis (PT GMM Bulog) untuk memberikan corporate social responsibility (CSR).

Bhakti kesehatan PT GMM Bulog itu, dipusatkan di Dukuh Gayam, dengan diisi sosialisasi kesehatan dan kegiatan mini medical check up.

“Kami berharap warga Dukuh Gayam, Desa Sendanwungu,ccc- bisa memanfaatkan kegitan ini, sekaligus mendapat tambahan wawasan tentang kesehatan,” jelas Direktur Operasional PT GMM, Ihsan, Selasa (19/11/2019).

Untuk kelancaran kegiatan ini, lanjutnya, selain bekerjasama dengan pemerintah Desa (Pemdes) Sendangwungu, PT GMM juga menggandeng tim dari Mandiri Inhealth.

Ditambahkan Ihsan, kegiatan layanan kesehatan ini juga sesuai visi dan misi perusahaan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, khususnya masyarakat di ring 1 (kawasan sekitar PG).

“Kami berharap, kegiatan CSR ini bisa lebih mempererat hubungan baik antara perusahaan dengan warga sekitar,” harap Dirops PT GMM melalui telepon.

Lebih dari 150 warga Gayam hadir dalam sosialisasi hidup sehat, dan mendapat layanan kesehatan gratis, dihadiri tokoh masyarakat Kedungwungu Subakir, perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Mewakili Kades Kedungeungu, Subakir menjelaskan Pemdes Kedungwungu mendukung kegiatan PT GMM untuk warganya agar bisa hidup lebih sehat, dan mendapat layanan kesehatan gratis.

“Terima kasih PT GMM sudah membentu warga, kami berharap kegiatan seperti ini akan berlanjut waktu-waktu mendatang,” tandas Subakir.

Aksi sosial kemanusiaan PT GMM, digelar mulai pukul 09:00 WIB hingga siang hari. Bahkan sebelumnya, karyawan PG rutin menggelar donor darah, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora.

Tujuan positif  lainnya  dari donor darah, karena memiliki banyak manfaat, antara lain regenerasi sel–sel darah merah, membakar kalori, dan mengurangi resiko dari beberapa macam penyakit seperti kanker, paru–paru, dan jantung.

“Di saat donor darah, karyawan juga bisa melakukan pengecekan golongan darah, tensi, dan kadar hemoglobin dalam darah secara langsung,” jelas General Meneger Sumber Daya Manusia (GM SDM) PT GMM, Aditya Ridwan.(HR)

Ibu -ibu Dharma Wanita di Blora, ikuti Lomba Line Dance

Peserta tampil di panggung terbuka Stadium Seni Budaya Tirtonadi

Blora,  Sejumlah ibu-ibu PKK dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Blora mengikuti lomba line dance Rabu malam (13/11) dipanggung terbuka Stadium Seni Budaya Taman Tirtonadi Blora.

Lomba line dance di gelar dalam rangka hari ulang tahun ke-20 Darma Wanita Persatuam (DWP) 2019. Acara dibuka Umi Kholsum istri Bupati Blora Joko Nugroho.

Dalam sambutanya ia mengaku ini baru pertama kali para ibu ibu belajar dance, ia juga harus menghafal gerakan dance tersebut.

"Acara ini bagus banget, saya suka sekali, saya sendiri juga mengahafalkan gerakan satu bulan sebelum acara ini",ungkap Umi panggilan akrabnya.

Ia juga berterima kasih kepada segenap panitia yang telah merancang acara ini, karena acara semacam ini baru pertama kali di gelar di Kabupaten Blora.

Para peserta sangat antusias mengikuti lomba line dance malam itu, berbgai kostum dan gerakan ia tampilkan untuk menarik perhatian dewan juri.

Salah satu peseerta dari OPD Diskominfo Blora bernama Emillia vinna octaviani (25) mengaku, untuk menghafal gerakan dance ia harus belajar dalam satu bulan.

"Aaya dan teman teman belajar menghafal gerakan dance ini selama satu bulan,  dan saya berharap dapat juaranya", kata Vinna usai tampil

Ia mengaku sempat deg degan sebelum tampil karena ini baru pertama kali, ia ikut tampil didepan ibu pejabat. Namun ia optimis group nya dapat juara.

Lomba line dance ini diikuti 28 peserta, terdiri dari ibu -ibu OPD se-Kabupaten Blora di tambah ibu -ibu dari Persid dan Bhayangkara. (HR)

Hujan Angin di Blora, Mengakibatkan Puluhan Rumah Roboh




Foto: TNI dan Polri gotong royong membantu warga

Blora, Hujan di sertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Blora Senin malam (11/11) mengakibatkan puluhan rumah di tiga Kecamatan roboh, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan jutaan rupiah.

Dari data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora setelah melakukan asasmen Selasa pagi hingga sore (12/11), sebanyak 21 rumah milok warga di tiga Kecamatan roboh.

Kecamatan Cepu ada 1 rumah roboh di Desa Kentong, Kecamatan Kedungtuban 1 rumah rusak ringan di Desa Wado, sedangkan yang paling banyak di Kecamatan Randublatung ,10 rumah roboh di Desa Tanggel, 7 rumah di Desa Kadengan, 1 rumah di Desa Jeruk, 1rumah di Desa Sumberejo dan 2 rumah di Desa Kutukan.

Selain rumah ada beberapa kendaraan yang rusak akibat kejatuhan rumah, 6 unit sepeda motor, 2 unit truk, dan juga 3 penggerjajian kayu roboh serta 3 gudang oven tembakau dan 2 kandang ayam roboh.

"Tadi pagi saya dan anggota lainya, melakukan asasment dan evakuasi beberapa pohon yang tumbang, mengahalangi jalan dan pohon yang menimpa beberapa rumah", jelas Sunardi PLT Kepala pelaksana BPBD. (12/11/2019)

Ditempat lain Kapolres Blora AKBPAntonius Anang, melalui Kabag Ops Kompol Yuwono melaksanakan kerja bhakti  bersama anggotanya, dan anggota TNI, Satpol PP serta BPBD, membantu warga membersihkan puing puing rumah yang tertimpa bencana.

"Kami saat ini hanya bisa membantu melakukan kerja bhakti ", ungkap Kabag Ops Kompol Yuwono.

Ia menjelaskan kerja bhakti ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan lainya terhadap warga.

Salah satu warga yang tertimpa bencana bernama Sumaji (56) , warga Desa Kadengan mengucapakan terima kasih kepada TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD.

"Saya sangat senang, kepada bapak Polisi ,Tentara, Satpol PP dan BPBD yang telah sudi membantu kami", ucanya polos.
(HR)







Wisata Alam KDR Park Milik Perhutani KPH Blora Murah dan Menarik

Sahra saat selfi di rumah selfi salah satu obyek wisata di KDR Park

BLORA - Blora merupakan salah satu daerah yang memiliki keanegaraman hayati yang tinggi berupa sumber daya alam yang berlimpah, terutama hutan. Semua potensi tersebut mempunyai peranan penting bagi pengembangan kepariwisataan, khususnya wisata alam di Kabupaten Blora.

Potensi Obyek wisata alam yang dimiliki Blora, antara lain berupa keanekaragaman hayati, keunikan dan keaslian budaya tradisional, keindahan bentang alam, gejala alam, peninggalan sejarah/budaya yang secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Nyantai bareng di Kunduran Distrik Refresh (KDR) Park eks-TPK di Desa  Kunduran Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora Jawa Tengah alternatif terbaik untuk berlibur di Blora.

Salah satu pengunjung Sahra Atika (17) warga Kunduran mengatakan bahwa tempat wisata sangat potensi, karena KDR Park tempatnya dekat pemukiman yang sangat dibutuhkan tempat bergembira anak anak.

"Senang ada tempat wisata yang dekat dengan rumah, pemandanganyapun lumayan bagus untuk Selfi bersama teman teman",ungkap Sahra (Minggu, 10/11/2019).

Meski fasilitas sudah cukup lengkap, namun hendaknya fasilitas di KDR Park ini perlu di tingkatkan agar lebih meriah untuk  anak anak di sekitar Kunduran, tidak perlu jauh keluar kota, tambahnya..

Sementara itu, Administratur Perhutani KPK Afwandy, melalui Asper BKPH Ngawenombo  Joko Sasmito menjelaskan KDR Park ini akan dikembangkan lagi sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kunduran dan sekitarnya.

"KDR Park sudah tersedia tempat tempat nyaman mulai dari rumah pohon, ATV, Selfi deck, tempat bermain anak anak," ucap Asper BKBH Ngawen Ombo Joko S.

Imbuh Asper, Keseluruhan potensi obyek wisata alam ini merupakan sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi dan sekaligus merupakan media pendidikan dan pelestarian lingkungan di Blora.

"Tiap hari Minggu KDR Park akan membuat even even meriah untuk menarik pengunjung," tegas Joko Sasmito.

Untuk diketahui, Minggu 10 November 2019 KDR Park menyelenggarakan Jalan Sehat Hari Pahlawan 10 November, yang diikuti ratusan peserta, hadiah utama 2 sepeda MTB. (HR)


Tak Terawat, Warga Minta Makam Srikandi Nasional pocut Mirah Intan di Pugar

Warga berziarah di makam Pocut Mirah Intan

Blora, Jelang hari Pahlawan 10 Nevember puluhan warga di Blora berziarah ke makam Pejuang wanita dari Aceh, Pocut Meurah Intan Sabtu sore (9/11), yang di makamkan disebuah makam keluarga Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Puluhan warga Desa Temurejo, Kecamatan Blora itu berharap Pemerintah memperhatikan makam Pahlawan tersebut, seperti makam pahlawan lainya yakni makam RA Kartini yang berada di Rembang.

Salah satu warga bernama Ana Matofani (50) mengungkapkan agar pemerintah memperhatikan makam Pocut Meurah Intan,  ia ingin makam itu, dipugar agar masyarakat tahu ada Pahlawan di makam Teagal Sari tersebut.

"Saya berharap pemerintah mau memperhatikan makam pahlawan wanita dari Aceh ini, seperti makam Pahlawan wanita lainnya", kata Ana usai ziarah.

Potcut Meurah Intan adalah salah satu pahlalwan wanita berasal dari Aceh, yang melawan Belanda saat itu, ia di juluki Srikandi Nasional dari tanah Rencong.

Ia berjuang saat perang Belanda di Aceh meletus sejak tahun 1873, hingga sampai ke Pulau Jawa dan meninggal di jawa tengah dimakamkan di makam keluarga R. Ng. Donopuro Desa Temurajo (Tegal Sari)

Cucu panglima Mahmud yang setia  mengawal Pocut Meurah Intan hingga ke Pulau Jawa bernama Sugeng Waluyo, menceritakan perjuangan Srikandi Nasional dari tanah Rencong ini ,berjuang melawan Belanda dan di buang ke Blora Tahun 1901.

"Pocut Meurah Intan merupakan pejuang wanita dari Aceh ,saat melawan Belanda ,ia di tangkap, di buang di Blora tahun 1901 dan meninggal di Blora", ungkap Waluyo.

Jenasah Pocut dimakamkan di Makam Tegal Sari sedangkan Panglima Mahmud di makamkan di makam umum Butoh Kunden.

"Saya berharap pemerintah pusat ,Provinsi maupun Kabupaten Blora bisa mengahargai perjuanganya, dan makam Pocut meurah Intan bisa di bangun layaknya pahlawan Wanita seperti yang lainya", pungkasnya (HR)



Unik! HUT SD Negeri Tempelan Blora, Peserta Menukar Sampah dengan Srabi

Avrilla menukar sampah dengan Serabi


BLORA, Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 89 SD Negeri Tempelan Blora, Jawa Tengah Jumat pagi (8/11) menggelar berbagai perlombaan. Diantaranya, Lomba mewarnai umum, Jalan sehat, pentas seni dan membuka stand makanan dan minuman.

Diantara stand makanan ada yang sangat unik dan menarik , yaitu makan Srabi khas Blora di bayar dengan sampah. Stand makanan ini ternyata sengaja di sediakan panitia untuk mengurangi membuang sampah sembarangan.

Jadi usai jalan sehat, ribuan peserta tidak boleh membuang sampah sembarangan, mereka harus memasukan sampah ke kantong plastik, dan sampah tersebut bisa di tukar dengan makanan Srabi khas Blora.

Ketua panitia bazar Kuat Mujito (43) mengungkapkan ini sengaja dilakukan karena tema HUT ke 89 SD Negeri Tempelan adalah menerapkan sebuah program eco bazar dan zero wise, dimana setiap stand bazar sebanyak 60, bertanggung jawab dengan sampahnya masing -masing.

"Ya, di HUT ke 89 SDN Tempelan ini, kami menerapkan program eco bazar dan zero wise, ini baru pertama kali dipakai di event besar seperti ini",ungkap Kuat.

Kuat juga menjelaskan program seperti ini,  diharapkan bisa ditiru sekolah lain, sehingga walau ada event besar dan ramai sampah tidak berserakan di halaman, setelah acara selesai halaman sekolah tetap terjaga kebersihanya.

Jadi dengan program ini pula, peserta dan para siswa di latih bertanggung jawab dengan sampahnya.

Seperti yang dilakukan salah satu siswa kelas 1 A , Avrilla Kirana Dinanty ini, ia membawa kantong plastik untuk tempat membuang sampahnya ,kemudian ia tukarkan sampah tersebut dengan Srabi.

"Saya bawa tas kresek (kantong plastik) untuk tempat sampah, dan saya tukar dengan Serabi, tidak perlu bayar pakai uang ", kata Avril panggilan akrab gadis mungil, sambil membawa Serabinya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Tempelan Jari, mengatakan peringatan HUT ke-89 SD Negeri Tempelan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, ini merupakan yang terbesar, karena acara ini didukung oleh Komite sekolah, dan paguyuban orang tua masing- masing kelas.

"Baru kali HUT SD Negeri Tempelan sebesar ini, saya sangat berterima kasih kepada komite sekolah dan paguyuban orang tua murid yang telah mendukung acara ini, sehingga acaranya luar biasa", jelasnya. (HR)







Perhutani KPH Blora Beri Bantuan Sumur

La Ode Sahara (kanan) menyerahkan bantuan sumur kepada kepala Desa Japah Yuswanto (kiri) 


Blora, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, resmikan bantuan sumur kepada warga sekitar hutan bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngapus di Dukuh Ngrowo, Desa Japah, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora Kamis sore (7/11)

Kemarau panjang yang melanda di Kabupaten Blora, membuat sejumlah warga kesulitan mencari air bersih, salah satunya di dukuh Ngrowo, Desa Japah Kecamatan Japah.

Mereka harus mencari air hingga di tengah hutan, dengan jarak 2 KM ,dari rumahnya,
melihat keadaan seperti itu Perhutani KPH Blora membuatkan sumur beserta tampunganya, yang cukup untuk mengairi kurang lebih 100 warga atau satu RT.

Warga sangat berterimakasih atas bantuan sumur tersebut, Sadiman (45) mengaku sumur ini sangat membantu warga karena kapasitas airnya di perkirakan mencukupi warga satu RT.

"Ya, saya sebagai warga sangat berterimaksaih kepada KPH Blora yang sudah peduli terhadap keluhan warga sekitar hutan, semoga barokah", ungkap Sadiman (Kamis, 7/11/2019)

Kepala Administratur (Adm) KPH Blora Afwandy melalui Kasi kelola SDH
La Ode Sahara, Sp, mengatakan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar hutan, dan merupakan salah satu program kami.

"Sudah komitmen kami untuk peduli terhadap warga sekitar hutan, dan ini merupakan Program Kemitraaan Bina Lingkungan (PKBL) dari Perhutani", Jelas La Ode sapaan akrabnya.

Ia juga berharap kepada warga sekitar hutan agar ikut menjaga kelestarian hutan,
dan menjaga agar sumur ini bisa awet serta bermanfaat bagi warga.

Pembuatan sumur dan tampunganya ini sendiri menghabiskan biaya kurang lebih sekitar 50 juta rupiah, ini merupakan satu satunya PKBL perhutani KPH Blora yang mirip Pansimas.

Sementara itu kepala desa Japah Yuswanto, sangat mengapresiasi kepada perhutani KPH Blora yang telah peduli terhadap warganya,

"Saya selaku Kepala Desa Japah sangat mengapresiasi atas kepedulian Perhutani KPH Blora terhadap warga saya disekitar hutan",ujar Yuswanto

Warga syukuran tumpengan

Acara penyerahan bantuan sumur beserta bak tampungan tersebut disaksikan warga, dan tokoh masyarakat dan di akhiri dengan syukuran tumpengan.(HR)